protes petani perancisParis, LiputanIslam.com — Petani-petani Perancis, hari Sabtu (20/9) petang, membakar sebuah kantor pajak sebagai bentuk protes atas menurunnya standar kehidupan para petani akibat turunnya harga produk-produk pertanian sebagai imbas dari embargo perdagangan oleh Rusia.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, para petani membakar kantor pajak dan asuransi di kota Morlaix, Provinsi Brittany. Para petani juga menggunakan traktor dan truk-truk untuk menumpahkan pupuk kandang dan hasil-hasil pertanian ke jalanan. Mereka juga menghancurkan jendela-jendela. Demikian polisi menyebutkan.

Perdana Menteri Manuel Valls mengecam aksi protes tersebut, setelah para petani menghalang-halangi petugas pemadam kebakaran yang hendak memadamkan kebakaran.

Para petani mengatakan tidak “tahan” dengan turunnya harga-harga produksi mereka.

Embargo yang diterapkan Rusian atas produk-produk makanan dan pertanian dari negara-negara barat, sebagai aksi balasan sanksi yang diterapkan AS dan Uni Eropa, diduga kuta sebagai penyebab merosotnya harga produk-produk pertanian yang melimpah di pasar.

Minggu lalu, para petani Belanda menggelar acara “perang tomat” setelah tomat-tomat mereka gagal menembus pasar Rusia akibat embargo.

Para saksi menyebutkan, serangan berawal ketika sekitar 100 petani melancarkan serangan malam atas kantor asuransi di luar kota Morlaix, yang mereka bakar dan kemudian hancur sepenuhnya.

Selanjutnya para petani membawa truk-truk dan traktor mereka menuju kantor pajak utama di Marlaix, dan menumpahkan produk-produk mereka yang tidak laku di jalanan. Mereka kemudian mulai menghancurkan jendela-jendela dan kemudian membakar kantor tersebut.

Media-media Perancis melaporkan, para petani kemudian memblokir jalan utama kota Morlaix.

Dalam pernyataannya tentang peristiwa tersebut, PM Valls mengutuk keras saksi “penjarahan dan pembakaran” gedung-gedung tersebut, terutama tindakan para petani menghalang-halangi petugas pemadam kebakaran. Ia juga mengancam akan mengadili para pelaku.

“Adalah sangat mengejutkan bahwa petugas pemadam kebakaran dihalang-halangi untuk menjalankan tugasnya,” kata Valls yang baru kembali diangkat sebagai PM oleh Presiden setelah sempat mengundurkan diri karena perpecahan dengan anggota-anggota kabinetnya.

Valls mendesak para petani untuk melanjutkan perundingan dengan para pejabat terkait yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian Stephane le Foll.

Pertanian dan industri makanan merupakan sektor utama perekonomian wilayah Brittany. Di sinilah para petani seringkali terlibat pertikaian dengan pemerintah terkait kebijakan fiskal yang dianggap tidak menguntungkan para petani.(ca)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL