elementery schoolOntario, LiputanIslam.com — Ribuan murid sekolah yang diorganisir orang tua murid melakukan aksi bolos sekolah sebagai protes atas kurikulum baru yang mengajarkan pendidikan seks yang dianggap tidap tepat.

Situs The Canadian Press melaporkan para orang tua murid di negara bagian Ontario, Kanada, sengaja memboloskan anak-anak mereka pada hari Senin (4/5). Puluhan ribu anak sekolah dikabarkan bolos sekolah pada hari itu.

Ryan Bird, jubir Dewan Sekolah Distrik Toronto, mengatakan sebanyak 34.762 pelajar sekolah dasar di kota Toronto bolos sekolah di hari pertama kampanye, Senin. Setidaknya di satu sekolah dasar lebih dari 90% muridnya bolos sekolah dalam aksi yang diorganisir melalui Facebook itu.

SD Negeri Thorncliffe Park melaporkan, 1.220 murid dari total 1.350 muridnya bolos sekolah. Selain itu lebih dari 100 orang tua murid menggelar aksi demonstrasi di depan sekolah itu, kata Bird.

Canadian Press menyebutkan sebagian besar penolakan terhadap kurikulum baru itu berdasarkan pada keyakinan agama. Para orang tua murid menganggap kurikulum tersebut tidak sesuai dengan keyakinan mereka dan tidak tepat diberikan pada anak-anak kecil.

Sihu Yahaira yang mengeluarkan ketiga anaknya dari sekolah, dua minggu lalu, mengatakan bahwa isu-isu tentang gender tidak sesuai dengan keyakinannya sebagai penganut Kristen.

“Tuhan hanya menciptkan 2 gender dan mereka ingin mengajarkan bahwa terdapat lebih dari 2 gender. Itu tidak benar karena bertentangan dengan keyakinan kami,” kata Yahaira yang melakukan unjuk rasa di depan gedung legislatif Ontario.

Sementara John Cassels, yang anak-anaknya bersekolah di sekolah dasar di Georgina, Ontario, mengkhawatirkan kurikulum baru itu akan berdampak buruk bagi generasi mendatang.

“Ini akan mempromosikan seksualisasi pada anak-anak kecil. Ini akan mempromosikan tindakan dan kebiasaan yang tidak bisa diterima,” kata Cassels.

“Kita hidup di negara demokrasi. Kami hanya ingin suara kami didengar,” tambahnya.

Penolakan terhadap kurikulum yang di antaranya mengajarkan masturbasi kepada anak-anak itu menguat dalam beberapa minggu terakhir, terutama setelah munculnya FP “Parents & Students on strike: one week no school” di jejaring sosial Facebook. Kelompok ini mendorong orang tua murid untuk melakukan protes dengan menjaga anak-anaknya tetap di rumah serta mengirimkan surat ke sekolah-sekolah tentang alasan mereka.

Di bawah kurikulum baru itu anak-anak kelas 3 SD mulai diajarkan tentang hubungan sesama jenis, kelas 4 diajarkan tentang bahayanya melakukan ‘online bullying’, pelajaran tentang pubertas diberikan kepada anak-anak kelas 4 dan 5, sedangkan pelajaran tentang masturbasi dan ‘ekspresi gender’  diberikan pada kelas 6. Tidak hanya itu, pada kelas 7 anak-anak akan diajarkan tentang ‘anal sex’.

Pendidikan seks usia dini masih menjadi isu hangat tidak hanya di Kanada, namun juga di negara-negara barat lain termasuk Amerika dan negara-negara Eropa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL