zoneliTel Aviv, LiputanIslam.com — Seorang warga Belanda mengembalikan medali penghargaan yang diterimanya dari pemerintah Israel, sebagai protes setelah 6 orang kerabatnya meninggal dalam serangana Israel di Gaza. Demikian media-media Israel melaporkan.

Warga Belanda itu, Henk Zanoli (91 tahun) mendapatkan medali “Righteous Among the Nations” karena telah menyelamatkan seorang bocah yahudi dalam Perang Dunia II. Ia telah mengembalikan medali itu kepada pemerintah Israel melalui Kedubes Israel di Den Hag, setelah mengetahui 6 orang kerabatnya tewas dalam serangan Israel di Gaza baru-baru ini.

“Adalah sangat menyedihkan bagi saya untuk mengembalikan medali ini yang saya terima karena penghargaan dari negara Israel,” tulis Zanoli dalam suratnya yang dipublikasikan oleh media Israel Haaretz, hari Jumat (15/8).

Zanoli dan ibunya, Johana Zanoli-Smit, mendapat penghargaan dari Yad Vashem Holocaust Museum pada tahun 2011 karena telah menyelamatkan seorang bocah yahudi bernama Elhanan Pinto (lahir tahun 1932) selama pendudukan Nazi di Belanda.

Keluarga Zanoli menyembunyikan bocah itu, yang kedua orang tuanya telah dikirim ke kamp konsentrasi di Jerman antara tahun 1943 dan 1945. Dengan tindakan itu Zanoli dan keluarganya telah menanggung resiko besar karena terancam hukuman berat jika ketahuan.

“Bertentangan dengan latar belakang ini, sangat mengejutkan dan tragis bahwa hari ini, empat generasi kemudian, keluarga kami menghadapi pembunuhan-pembunuhan di GAza. Pembunuhan yang dilakukan oleh negara Israel,” tulis Zanoli dalam suratnya kepada Dubes Israel Haim Davon.

Zanoli memiliki hubungan kerabat dengan sebuah keluarga di Gaza melalui buyutnya Angelique Eijpe, seorang diplomat Belanda yang menikahi Isma’il Ziadah, ahli ekonomi Palestina yang lahir di kam pengungsi Palestina di Gaza.

Pesawat tempur Israel dikabarkan telah membom kediaman keluarga Ziadah di al-Bureij, Gaza, tanggal 20 Juli lalu, menewaskan 6 anggota keluarganya, termasuk nenek dan seorang bocah 12 tahun.

“Buyut-buyut ibu saya telah kehilangan nenek mereka, tiga orang paman, dan seorang bibi serta seorang sepupu di tangan tentara Israel,” tulis Zanoli dalam suratnya itu.

Belanda adalah salah satu negara yang berhasil mengumpulkan dukungan bagi rakyat Palestina. Dalam pawai menentang aksi Israel di Gaza tanggal 29 Juli lalu di Rotterdam, lebih dari 10.000 orang turut berpartisipasi menyuarakan aspirasinya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL