Kolombia, LiputanIslam.com—Penyanyi pop Latin sensasional asal Kolombia, Shakira, dikabarkan telah membatalkan konsernya yang ditunggu-tunggu di Tel Aviv, Israel, diduga dalam rangka memprotes genosida rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Menurut penyelenggara, konser Shakira yang awalnya dijadwalkan pada 9 Juli itu resmi ditunda sampai waktu yang tidak pasti.

Meski Shakira sendiri tidak menyatakan secara tegas alasan pembatalan konsernya itu, para aktivis gerakan pro-Palestina Boycott, Divest, Sanctions (BDS) beramai-ramai mendukung langkah tersebut. Mereka menyatakan bahwa Shakira, yang menjabat sebagai duta amal UNICEF, memiliki kewajiban moral untuk memboikot Israel atas penjajahan terhadap Palestina.

Meskipun begitu, kabar pembatalan konser ini tidak begitu dipercayai oleh Israel, karena Shakira pernah mengunjungi Israel pada 2011 atas undangan dari mantan Presiden Israel Shimon Peres dan pernah menyatakan “kasih sayang yang besar” kepada negara kolonial itu.

Keputusan Shakira untuk menunda konsernya keluar di tengah kecaman internasional atas penembakan tentara Israel kepada demonstran tak bersenjata Palestina, yang menyebabkan lebih dari 100 orang tewas dan 13.000 lainnya terluka.

Genosida ini tidak diterima oleh banyak penyanyi internasional, termasuk para musisi Latin. Hanya seminggu yang lalu, musisi legendaris Brazil, Gilberto Gil juga mengumumkan pembatalan konsernya pada 4 Juli di Tel Aviv karena “keprihatinan” atas peristiwa di Gaza. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*