thousands-attend-pro-russia-rally-in-donetskKiev, LiputanIslam.com — Ribuan demonstran pro-Rusia menyerbu gedung pemerintahan Ukraina yang berada di beberapa kota di Ukraina bagian timur, Ahad (6/4). Para demonstran bahkan mengibarkarkan bendera kebangsaan Rusia di atas gedung tersebut.

Mereka berdemo menuntut pemerintah Ukraina agar membebaskan polisi anti-huru-hara yang dituduh membunuh para demontran Ukraina di Kiev. Mereka juga menyerukan diselenggarakan referendum untuk bergabung ke Rusia. Polisi setempat berusaha bernegosiasi dengan para demontran pendukung Rusia untuk beralih ke Gedung Administrasi Keamanan di Donetsk yang letaknya sekitar 200 km dari perbatasan Rusia.

Pemerintah Ukraina sedang melakukan negosiasi atas perkara ini. Video negosiasi tersebut ditayangkan secara online dalam tayangan berita lokal. Aksi protes besar-besaran ini merupakan tantangan baru yang harus diperangi rezim baru Ukraina setelah tergulingnya presiden terpilih Viktor Yanukovych oleh aksi-aksi demonstrasi yang diwarnai kekerasan pada bulan Februari lalu.

Ukraina Tuduh Putin dan Yanukovych Terlibat
Ukraina menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mendalangi penyerbuan gedung pemerintahan Ukraina di kota Ukraina bagian timur oleh demostran pro-Rusia, Ahad (6/4). Hal ini menyebabkan ketegangan tingkat lanjut antara Kiev dan Moskow.

“Saya yakin Viktor Yanukovych dan Putin bekerja sama untuk meningkatkan ketegangan antara Kiev dan Moskow,” katanya.

Avakov di laman Facebooknya mengatakan Putin dan Yanukovych yang memerintahkan dan membayar kelompok separatis itu. Jumlah demontran itu tidak banyak tetapi mereka sangat agresif.

“Situasi akan kembali normal tanpa adanya pertumpahan darah. Memang benar, itu adalah tugas para penegak hukum. Namun, sejujurnya tak ada cara yang damai dalam mentolerir pelanggaran hukum yang dilakukan oleh  para provokator,” ujar Avakov.

Para demontran menyerbu gedung pemerintah Ukraina di pusat industri Donetsk dan kantor pelayanan kemanan di sekitar Luhansk. Mereka juga mengibarkan bendera Rusia di atap gedung tersebut.

Para demonstran menunutut pembebasan polisi anti huru hara yang dituduh membunuh para demonstran pro-Ukraina saat penggulingan Yanukovych, Febuari lalu.

Perlu diketahui pemerintah Ukraina telah menahan 12 perwira polisi khusus anti huru-hara Ukraina, Berkut, dengan tuduhan melakukan kejahatan yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa dalam aksi-aksi demonstrasi menentang Presiden Victor Yanukovych.

Tuduhan ini bertentangan dengan banyaknya saksi yang menyebutkan penyebab utama timbulnya kematian tersebut adalah penembak-penembak jitu yang dibayar oleh kubu oposisi untuk mendelegitimasi Yanukovych. Keterangan ini dikuatkan oleh bocornya rekaman pembicaraan telepon antara Ketua Urusan Luar Negeri Catherine Ashton dan Menlu Estonia Urmas Paet yang menyebut keberadaan penembak jitu yang dibayar kubu oposisi.(ca/tempo.co/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*