Tel Aviv, LiputanIslam.com—Polisi Israel menahan dua pengacara HAM ternama asal Amerika saat kedatangan mereka di bandara Tel Aviv dengan tuduhan berperan dalam kampanye internasional melawan penjajahan Israel.

Menurut laporan dari media Israel, Haaretz, pada Kamis (3/5/18), pengacara Katherine Franke dan Vincent Warren ditangkap di bandara Ben Gurion, dan ditahan selama 14 jam, sebelum mereka dideportasi kembali ke AS.

Keduanya dituduh memiliki hubungan dengan gerakan pro-Palestina bernama Boycott, Divestment, Sanctions (BDS).

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Franke, yang merupakan seorang profesor hukum di Universitas Columbia,  juga dituduh berbohong tentang “perang pentingnya” dengan organisasi Jewish Voice for Peace (JVP), yang mengadvokasi gerakan BDS.

JVP diketahui adalah satu dari 20 organisasi yang masuk dalam daftar hitam Israel.

Kedua pengacara ini awalnya berencana memimpin tur 15 orang delegasi aktivis HAM di Israel dan Tepi Barat untuk menginvestigasi situasi HAM di kawasan itu.

Kelompok delegasi ini berencana bertemu dengan para pengacara dan aktivis Israel dan Palestina yang bekerja dalam isu rasisme, hak imigrasi, dan perlakukan terhadap pencari suaka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL