Sumber: setkab.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Fitra Arda Ambas menyampaikan bahwa banyak museum yang ada di Indonesia saat ini keadaannya memprihatinkan atau masuk dalam kategori tidak layak. Dari  435 museum yang terdaftar di seluruh Indonesia, ada 100 museum yang kondisinya tidak baik, bahkan ada yang terpaksa tutup karena tidak mempunyai dana operasional.

Demikian hal itu disampaikan Fitra pada Forum Tematik Bakohumas yang mengangkat tema “Mewujudkan Pemajuan Budaya yang Unggul dan Berkarakter Melalui Pelestarian Cagar Budaya dan Museum” yang diselenggarakan di Hotel Novotel, Jakarta, seperti dilansir setkab.go.id, pada Jumat (21/6).

Menurutnya, banyak museum yang kondisinya kurang perhatian dan jarang dikunjungi masyarakat. Fitra menjelaskan, menurunnya fungsi museum sebagai ruang publik terjadi beberapa hal, yaitu: a. Perubahan kelembagaan; b. Dituntut untuk menghasilkan dana; c. Data yang tidak akurat/informasi koleksi; c. SDM yang tidak kompeten; d. Keterbatasan anggaran; dan e. Tidak memiliki program yang jelas.

“Artinya museum dimaknai sebagai penyimpan alias gudang saja. Sedangkan poin paling penting dari museum adalah cerita di balik benda-benda sejarah,” ungkapnya.

Baca: Muhammadiyah Akan Bangun Pusat Kebudayaan Islam di Yogyakarta

Pengelolaan oleh pemerintah daerah, lanjutnya, juga menyebabkan menurunnya fungsi museum. Sebab bagi daerah pengelolaan museum tidak menjadi prioritas. Akibatnya, banyak museum yang merana, dan lebih berfungsi sebagai penyimpan artefak. Hal ini tentu berbeda jika dibandingkan dengan yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Museum Bank Indonesia Jakarta.

Fitra mendorong pengelola museum agar mampu mencuatkan nilai-nilai unggul koleksi yang tersimpan dan disajikan kepada publik, dan merevitalisasi  sistem pengelolaan museum agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman serta kompatibel dengan ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

“Upayakan pemanfaatan museum sebagai area publik, sehingga pengelola museum dituntut untuk dapat memberikan program dan kegiatan publik yang bernuansa kreatif, menyenangkan dan edukatif,” tandasnya. (aw/setkab).

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*