iklan_partai_demokratJakarta, LiputanIslam.com – Begitu gencarnya kampanye pemberantasan korupsi dari Presiden SBY, ternyata tak diimbangi dengan rekam jejak anak buahnya di Partai Demokrat (PD) yang banyak tersandung kasus korupsi.

“KPK apresiasi SBY yang gerakan pemberantasan korupsinya bergelora, tapi yang kurang adalah bawahannya,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, 19 September 2014 seperti dilansir Merdeka.

Berikut ini, daftar kader PD yang terlibat kasus korupsi:

1. Agusrin Najamudin, Gubernur Bengkulu. Ia didakwa korupsi APBD daerahnya sendiri senilai Rp 27 miliar. Agusrin didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Tipikor. Selain itu, Agusrin terpidana kasus korupsi pajak bumi dan bangunan dan bea penerimaan hak atas tanah dan bangunan Bengkulu (PBB-BPHTB) tahun 2006-2007, dan diduga memanipulasi dengan memalsukan surat permohonan pembukaan rekening baru.

2. Sukawi Sutarip, Walikota Semarang ini asal Partai Demokrat terlibat dugaan penyimpangan APBD 2004 di Semarang, pos dana komunikasi senilai Rp 5 miliar.

3. Djufri, Walikota Bukit Tinggi yang juga asal Demokrat terjerat kasus pengadaan tanah untuk pembangunan kantor DPRD dan pool kendaraan sub dinas kebersihan serta pertamanan.

4. Andrias Palino Popang, Wakil Bupati Tanah Toraja terlibat kasus korupsi anggaran pendapatan dan belanja Tanah Toraja 2003-2004 senilai Rp1,9 miliar.

5. Satono, Bupati Lampung Timur terlilit kasus dugaan penyimpangan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah periode 2005-2008.

6. As’ad Syam, anggota DPR periode 2009-2014 tersangkut perkara korupsi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Sungai Bahar senilai Rp4,5 miliar saat menjabat Bupati Muaro Jambi. Ia divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

7. Yusran Aspar, anggota DPR periode 2009-2014 Dapil Kalimantan Timur terjerat korupsi biaya pembebasan tanah kompleks perumahan PNS senilai Rp6,3 miliar saat menjabat Bupati Panajam Pser Utara, Kaltim.

8. Sarjan Tahir, anggota DPR periode 2004-2009, terlibat suap alih fungsi hutan mangrove untuk Pelabuhan Tanjung Api-api. Dia divonis 4,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor.

9. Ismunarso, Bupati Sitobondo, Jawa Timur, periode 2005-2010. Ia tersandung korupsi APBD Kabupaten Situbondo 2005-2007 senilai Rp43 miliar. Dia divonis sembilan tahun penjara.

10. Yusak Yaluwo, Bupati Boven Digoel, Papua. Ia terjerat korupsi APBD 2005-2008 dan pengadaan tangker LCT 180 Wambon. Dia divonis 4,5 tahun penjara oleh Majelis Pengadilan Tipikor.

11. Amrun Daulay, anggota DPR periode 2009-2014 Dapil Sumut II. Ia menjadi tersangka dugaan korupsi dalam pengadaan mesin jahit dan sapi impor senilai Rp25 miliar saat menjabat Dirjen Bantuan Jaminan Sosial dan Departemen Sosial. Dia divonis satu tahun lima bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

12. Nazaruddin, anggota DPR periode 2009-2014 Dapil Jatim IV sekaligus mantan Bendahara Partai Demokrat terjerat kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Dia divonis empat tahun 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta. Nazaruddin selaku anggota Komisi Hukum DPR disebut secara sadar menerima hadiah lima lembar cek senilai Rp4,6 miliar dari PT Duta Graha Indah.

13. Angelina Sondakh, mantan anggota Badan Anggaran Komisi X DPR terjerat korupsi pembangunan Wisma Atlet serta di Kementerian Pendidikan. Dia divonis 4,5 tahun oleh pengadilan Tipikor. Namun, di tingkat kasasi Mahkamah Agung memperberat hukuman menjadi 12 tahun penjara.

13. Andi Mallarangeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga terjerat kasus proyek Hambalang. Saat ini statusnya sebagai tersangka.

14. Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat terjerat kasus proyek Hambalang. Saat ini statusnya sebagai tersangka.

15. Jero Wacik, mantan Menteri ESDM. KPK telah meetapkan status Jero Wacik sebagai tersangka pada 3 September 2014. Ia diduga melakukan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dengan kerugian diperkirakan sejumlah Rp9,9 miliar. (ph)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL