zambiaLondon, LiputanIslam.com — Presiden Zambia Michael Sata (77 tahun) meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit King Edward VII pada hari Selasa (28/10) malam waktu setempat.

Media-media menyebutkan Sata meninggal setelah detak jantungnya tiba-tiba menurun drastis. Namun belum ada penjelasan tentang penyakit yang mengakibatkan kematian tersebut. Demikian BBC News melaporkan.

“Dengan berat hati saya umumkan meninggalnya presiden yang kita cintai,” kata Sekretaris Kabinet Inggris Roland Msiska dalam pernyataan pers yang digelar setelah meninggalkan Presiden Sata.

Kematian Sata terjadi hanya beberapa hari setelah Zambia merayakan kemerdekaan ke 50 dari Inggris. Penggantinya akan dibahas dalam rapat kabinet Zambia hari ini (29/10).

Sebelumnya sempat muncul spekulasi tentang kesehatannya terkait dengan usianya yang telah lanjut. Setelah ia terbang meninggalkan negaranya, Menhan Edgar Lungu bertindak sebagai pelaksana presiden.

Wakil Presiden Guy Scott berulangkali menggantikan presiden dalam acara-acara resmi. Namun ia adalah warga keturunan Skotlandia dan orang tuanya juga tidak lahir di Zambia, sehingga secara konstitusi tidak memungkinkannya menjadi presiden.

Dikenal dengan sebutan “King Cobra” karena lidah beracunnya, Sata terpilih sebagai Presiden Zambia pada tahun 2011 mengalahkan kandidat dari partai yang berkuasa selama 20 tahun.

Presiden Sata jarang muncul di depan publik setelah kembali dari menghadiri Sidang Umum PBB di New York, AS, bulan lalu. Saat itu ia batal memberikan pidato sesuai jadwal yang disediakan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL