maduroCaracas, LiputanIslam.com — Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh mantan presiden Kolombia Alvo Uribe terlibat dalam pembunuhan politisi Partai Sosialis Robert Serra.

Serra, politisi muda (27 tahun) dari partai berkuasa,  ditemukan tewas oleh tikaman senjata tajam di apartemennya pada hari Rabu (1/10). Jenasah Serra ditemukan bersama pasangannya yang juga tewas. Penyelidikan awal menyebutkan Serra meninggal karena pembunuhan dan terdapat tanda-tanda penyiksaan dalam aksi pembunuhan itu.

Sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, saat berbicara pada acara penguburan Serra hari Jumat (3/10), Maduro mengatakan bahwa pembunuhan itu “direncanakan di luar negeri, di Kolombia dan Miami (AS)” oleh “sekelompok penjahat yang dipimpin oleh mantan presiden Alvaro Uribe sepanjang hidupnya”.

Anggota legislatif dari Partai Sosialis lainnya, Freddy Bernal, pada hari Sabtu (4/10) mengatakan bahwa “Uribe akan diadili karena kejahatannya terhadap kemanusiaan dan tindakan terorisme tidak saja kepada Venezuela namun juga kepada seluruh Amerika Latin”.

Ketua MPR Venezuela Diosdado Cabello, juga mengatakan hal yang senada. “Ini adalah pembunuhan politik yang dilakukan untuk mengintimidasi pemuda-pemuda agar menjauhi dunia politik,” katanya kepada televisi Telesur.

Selama penyidikan awal setelah pembunuhan itu, Mendagri Miguel Rodriguez Torres mengatakan, “Kami melihat adanya pembunuhan terencana yang dilakukan secara cermat.”

Namun ia meminta para pendukung pemerintah untuk tetap tenang dan menghindari kasus ini sebagai “pertunjukan media”.

Jenasah Serra dan pasangannya mendapatkan penghormatan dengan diarak melalui jalanan kota Caracas sebelum diikuti dengan seremoni keagamaan.

“Kami pastikan, cepat atau lambat akan menangkap siapa yang bertanggungjawab atas kejahatan ini. Mereka telah teridentifikasi,” kata Maduro kepada BBC.

Maduro dan pejabat-pejabat pemerintah, sejak tahun ini telah berulangkali membuat pernyataan bahwa sekelompok militan sayap kanan Venezuela telah bekerjasama dengan kelompok-kelompok di Kolombia dan AS, berusaha menjatuhkan pemerintahannya melalui aksi-aksi kekerasan termasuk pembunuhan-pembunuhan dan serangan-serangan terorisme.

Televisi Venezuela Telesur baru-baru ini merilis video pembicaraan yang dilakukan Lorent Saleh, pemimpin milisi ekstrim kanan yang merencanakan aksi-aksi kekerasan sebelum diselenggarakan pemilu daerah bulan Mei. Dalam video itu Saleh mengaku telah mendapatkan bantuan pelatihan dan persenjataan dari Kolombia.

Media-media lokal juga melaporkan keberadaan 4 kelompok teroris yang tengah merencanakan sejumlah serangan di seluruh negeri.

Minggu ini Hector Rodriguez, deputi menteri sosial, mengalami serangan, namun berhasil menyelamatkan diri tanpa cedera.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL