maduroCaracas, LiputanIslam.com — Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh pemerintah AS tengah merancang rencana kudeta terhadap dirinya.

Menurut Maduro, para pemimpin negara-negara Karibia telah mengatakan kepadanya minggu lalu di Costa Rica bahwa dalam pertemuan energi dengan Wapres AS Joe Biden di Washington, Biden mengungkapkan rencana kudeta terhadap pemerintah Venezuela.

“Kekuatan imperial utara (AS) telah memasuki fase berbahaya karena keputusasaan, telah mengatakan kepada pemerintahan-pemerintahan benua ini tentang kudeta terhadap pemerintahan saya. Dan saya menuduh Wapres Joe Biden dalam hal ini,” kata Maduro sebagaimana dikutip situs berita “Ultimas Noticias” dan dilansir Press TV, Senin (2/2).

Pada 30 Januari Maduro mengatakan dalam pidatonya bahwa beberapa agen pemerintah AS telah merancang sejumlah rencana kudeta terhadapnya.

“Ada beberapa diplomat AS di Venezuela yang mengontak beberapa perwira militer untuk mengkhianati negaranya, berusaha mempengaruhi beberapa pemimpin sosialis, para pembentuk opini (media massa) dan pengusaha untuk memprovokasi terjadinya kudeta,” kata Maduro saat itu.

Maduro juga mengancam akan menghentikan hubungan diplomatik kedua negara karena “serangan terus-menerus” oleh AS terhadap pemerintah Venezuela.

Maduro dan para pejabatnya berkali-kali menuduh pihak oposisi berusaha melakukan kudeta terhadap dirinya dengan dukungan AS. Madura pada akhir tahun lalu juga mengungkapkan bahwa ia memiliki sejumlah rekaman yang menunjukkan agen-agen pemerintah AS berusaha menyuap pejabat-pejabat Venezuela.(ca)

Pada tanggal 3 Desember lalu pemimpin oposisi Maria Corina Machado didakwa terlibat konspirasi untuk membunuh Maduro. Meski memiliki hubungan diplomatik, sejak tahun 2010 kedua negara tidak saling mengirim duta besarnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL