tank-tank ukarinaKiev, LiputanIslam.com — Presiden Ukraina Petro Poroshenko, hari Sabtu (14/3), mengumumkan bantuan militer besar-besaran dari 11 negara anggota Uni Eropa yang akan segera diterima Ukraina. Ini sekaligus mengakhiri embargo senjata yang dikenakan Uni Eropa kepada Ukraina.

Poroshenko menyebutkan, negara-negara Uni Eropa itu akan segera mengirim berbagai jenis senjata, termasuk senjata mematikan.

“Kepala-kepala negara tersebut telah memberitahu kami bahwa Ukraina mendapatkan kontrak dengan sejumlah negara Uni Eropa bagi pengiriman persenjataan-persenjataan, termasuk yang mematikan. Ia (Poroshenko) juga mendapatkan ketegasan bahwa embargo resmi Uni Eropa bagi penjualan senjata ke Ukraina telah dibatalkan,” demikian pernyataan resmi Presiden Petro di situs resminya hari Sabtu, mengutip pernyataan Poroshenko dalam wawancara dengan televisi Ukraina ‘1+1’.

“Jika ada serangan baru terhadap Ukraina, saya bisa menjamin bahwa kami akan mendapatkan dengan segera senjata-senjata mematikan dan sanksi-sanksi batu bagi agresor (Rusia). Kami akan bertindak dengan pasti dan secara terkoordinasi,” tambah Poroshenko  seperti dilansir BBC News.

Dalam pernyataan itu ditegaskan juga tentang keputusan krusial Presiden Obama untuk mempersenjatai Ukraina dengan senjata-senjata defensif. Ini sejalan dengan pernyataan Menlu AS John Kerry, hari Rabu (11/3), bahwa AS akan mengirimkan senjata-senjata tidak mematikan ke Ukraina, termasuk drone-drone dan kendaraan taktis Humvees.

Sebagai tambahan, Washington sebelumnya juga telah menyatakan rencana pengiriman sekitar 300 penasihat militer ke Ukraina, untuk memberikan pelatihan-pelatihan militer terhadap prajurit-prajurit Ukraina hingga bulan Oktober.

Menanggapi perkembangan ini, pemimpin kelompok separatis Lugansk People’s Republic, Igor Plotnitsky, menyatakan keheranannya atas langkah tersebut. Ia mempertanyakan alasan Ukraina, pada saat negara itu tengah menjalani proses gencatan senjata dan perdamaian sebagaimana diatur dalam Perjanjian Minsk, bulan lalu.

“Kami memiliki pertanyaan: mengapa mereka menginginkan senjata-senjata jika mereka yang pertama menginginkan perdamaian?” kata Plotnitsky.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*