Kiev, LiputanIslam.com — Jauh dari janjinya yang disampaikan saat pidato kemenangan pilpres tanggal 25 Mei lalu untuk menyelesaikan krisis negaranya dengan dialog, Presiden Ukraina Petro Poroshenko justru mengumbar retorika perang saat pelantikan dirinya, Sabtu kemarin (7/6).
Petro Poroshenko
“Mereka yang datang dengan pedang akan berhadapan dengan pedang juga,” kata Poroshenko dalam pernyataannya usai diambil sumpahpanya sebagai presiden Ukraina yang baru yang disambut tepuk tangan meriah pendukungnya.

Lebih jauh Poroshenko menjanjikan langkah-langkah serius untuk mewujudkan tekadnya itu, yaitu memperkuat militer Ukraina.

“Tidak ada yang akan melindungi kita jika kita tidak belajar untuk melindungi diri kita sendiri,” tambahnya.

Pernyataan tersebut ditujukan kepada kelompok-kelompok separatis di Ukraina timur yang saat ini menguasai beberapa wilayah dan fasilitas penting Ukraina, terutama di Provinsi Lugansk dan Donetsk yang telah menyatakan pemisahan diri.

Kepada para separatis itu Poroshenko menyerukan untuk meletakkan senjata dengan imbalan akan mendapatkan amnesti dari pemerintah, kecuali mereka yang “tangannya bersimbah darah.” Selain itu ia juga menyerukan agar diberikan jalan keluar bagi kelompok-kelompok militan dari luar Ukraina untuk pergi.

Poroshenko secara tidak langsung juga menyinggung tentang Krimea, wilayah Ukraina yang telah memisahkan diri dan bergabung dengan Rusia. Menurutnya integritas wilayah Ukriana, termasuk Krimea di dalamnya, adalah bukan hal yang bisa didiskusikan.

“Saya akan berdiri di atas sumpah ini, apapun yang akan terjadi,” katanya.

Meski tentang Ukraina ia tidak menjelaskan langkah apa yang akan dilakukan untuk merebutnya kembali dari Rusia yang lebih kuat, ia berjanji akan pergi ke Luhansk dan Donetsk dan berbicara dengan masyarakat di sana selain para “teroris”. Ia juga menyatakan akan tetap menghormati bahasa Rusia sebagai bahasa resmi di wilayah itu selain bahasa Ukraina. Selain itu ia juga berjanji akan melakukan desentralisasi kekuasaan terhadap wilayah-wilayah itu.

“Kewenangan-kewenangan baru akan dialokasikan kepada pemerintah-pemerintah daerah,” tambahnya.

Namun ia menolak untuk mengubah negaranya menjadi federasi dengan kekuasaan daerah yang lebih besar lagi.

Di hadapan 4 pemimpin negara Uni Eropa Poroshenko menegaskan kembali tekadnya untuk menjadikan Ukriana sebagai bagian dari Uni Eropa, mengecam rezim terguling Viktor Yanukovych yang pro-Rusia, dan memuji-muji aksi demonstrasi menggulingkan Yanukovich bulan Februari lalu.

Ia menyebut langkah Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa sebagai “tidak bisa dibelokkan lagi” dan menyatakan bahwa secara alami Ukraina adalah bagian dari Eropa barat. Ia juga berjanji akan segera menandatangani perjanjian kerjasama dengan Uni Eropa. Kerjasama tersebut merupakan langkah penting bagi bergabungnya Ukraina dengan Uni Eropa.

“Kita didukung oleh seluruh dunia,” katanya.

Namun, tekad Poroshenko tersebut masih harus diuji terlebih dahulu. Saat ini pertempuran terjadi setiap hari di Ukraina timur.

Pada hari yang sama Poroshenko disumpah, seorang pejabat pemerintahan separatis Republik Rakyat Donetsk ditembak mati oleh penembak jitu Ukraina saat mengendarai mobilnya.

Sebagaimana dilaporkan CNN, Maksim Petruhin, asisten dari pemimpin Republik Rakyat Donetsk Denis Pushilin, dibunuh di siang hari ketika mencoba melarikan dari mobilnya yang ditembaki penembak jitu Ukraina.

Sementara itu dikabarkan kelompok-kelompok separatis menduduki 2 pangkalan militer Ukraina di wilayah yang bergejolak tersebut.

Poroshenko Bertemu Putin

Poroshenko juga menyebutkan pertemuannya sepintas dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela peringatan Pendaratan Normandia di Perancis, Jumat (6/6). Dalam pertemuan tersebut, katanya, ia menyatakan kepada Putin bahwa Krimea adalah wilayah Ukraina.

“Kemarin saya membuat pernyataan tegas kepada pemimpin Rusia di Normandia. Krimea adalah dan akan tetap menjadi wilayah Ukraina.”

Namun tidak disebutkan bagaimana reaksi Putin atas pernyataan tersebut.(ca/cnn/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL