poroshenkoKiev, LiputanIslam.com — Presiden Ukraina Petro Poroshenko menawarkan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung di wilayah timur Ukraina.

Pengumuman tawaran gencatan senjata tersebut diberikan tidak lama setelah Poroshenko mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Demikian laporan kantor berita Rusia Interfax sebagaimana dikutip BBC, Rabu (18/6).

Petro Poroshenko mengatakan bahwa tawaran tersebut akan diimpelemtasikan secara unilateral (sepihak) “segera”.

Berbicara dengan wartawan di Kiev, Poroshenko mengatakan bahwa “gencatan senjata singkat” akan diterapkan untuk memungkinkan tentara-tentara bayaran dari Rusia untuk meninggalkan Ukraina.

Seorang pejabat kepresidenan Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa gencatan senjata kemungkinan akan diumumkan dalam waktu beberapa jam atau hari mendatang. Namun ia tidak memberikan penjelasan lebih detil.

“Rencana damai ini akan dimulai dengan perintah gencatan senjata secara sepihak,” kata Presiden Ukraina sebagaimana dikutip Interfax.

“Segera setelah itu, kami harus mendapatkan dukungan dari semua pihak yang terlibat. Ini akan berlangsung dengan singkat,” tambah presiden.

Seorang pejabat Rusia yang tidak disebutkan namanya membenarkan pembicaraan telepon antara Presiden Ukraina dan Vladimir Putin yang berlangsung hari Selasa (17/6). Pembicaraan menyangkut juga tentang kemungkinan “gencatan senjata”.

Dalam perkembangan lain Rusia menyatakan tengah melakukan penyelidikan terhadap “tindakan kriminal” yang diduga telah dilakukan oleh Mendagri Ukraina dan Gubernur Dnipropetrovsk, atas serangan militer yang menewaskan warga sipil dan jurnalis Rusia.

Mendagri Avakov Gubernur Igor Kolomoisky, dituduh telah mengorganisir operasi militer, termasuk serangan roket terhadap kota-kota  Donetsk, Sloviansk dan Mariupol yang mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL