pasukan ukraina2Kiev, LiputanIslam.com — Presiden Ukraina memerintahkan pasukan Ukraina untuk menghentikan tembak-menembak dengan pasukan separatis sebagai kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pemimpin Ukraina, Rusia, Perancis dan Jerman, Kamis (12/2).

Laporan di lapangan menunjukkan setidaknya sebagian dari tembak-menembak telah berhenti. Demikian BBC News melaporkan, Sabtu (15/2). Namun pengepungan pemberontak atas kota Debaltseve yang masih dikuasai pasukan Ukraina masih berlangsung.

Para komandan pemberontak di wilayah Donetsk dan Luhansk juga telah memerintahkan pasukannya untuk menghentikan tembak-menembak.

Dalam pengumuman yang disiarkan dari markas militer Ukraina di Kiev, Poroshenko memerintahkan para komandan militer untuk menghentikan “operasi anti-teror”, sebutan bagi operasi militer yang digelar Ukraina di wilayah separatis Ukraina timur.

Ia menyatakan harapannya bahwa “kesempatan terakhir bagi perdamaian tidak akan hilang”. Ia mengklaim bahwa Ukraina selalu memenuhi kewajiban internasionalnya dan akan membuktikan kali inipun akan membuktikannya kembali.

Perjanjian gencatan senjata tersebut ditandatangani di ibukota Belarusia, Minsk atas peran aktif dari Presiden Perancis Francois Hollande, Kanselir Jerman Angela Merkel, yang didukung Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko. Perjanjian ini berlangsung di tengah “retorika perang” oleh para pemimpin AS dan beberapa komandan NATO.

Pada bulan September 2014 lalu di Minsk juga telah terjadi kesepakatan gencatan senjata, namun tidak efektif berjalan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL