poroshenkoKiev, LiputanIslam.com — Presiden Ukraina Petro Poroshenko, hari Senin (25/8) membubarkan parlemen dan menyerukan pemilu yang dipercepat, setelah menyebut parlemen sekarang sebagai pendukung mantan Presiden Victor Yanukovych yang digulingkan massa demonstran Februari lalu.

Sebagaimana laporan BBC News, Poroshenko mengatakan bahwa rakyat Ukrina menghendaki parlemen yang baru seraya menuduh sebagian besar anggota parlemen sebagai pendukung Yanukovych.

Untuk menggantikan parlemen tersebut, pemilu baru akan digelar pada tanggal 26 Oktober mendatang. Demikian kata Poroshenko dalam pidato yang disiarkan televisi.

Ia menyebut tindakannya tersebut sesuai dengan konstitusi yang menyebutkan bahwa pemilu baru harus dilaksanakan jika koalisi penguasa di parlemen tidak terbentuk dalam waktu 30 hari. Pada tanggal 24 Juli lalu parlemen gagal membentuk pemerintahan koalisi baru. Menyusul kegagalan itu, perdana menteri Arseniy Yatsenyuk pun mengundurkan diri, namun ditolak oleh parlemen.

“Pemilu adalah cara terbaik untuk membersihkan semuanya,” kata Poroshenko.

Sebagian pengamat, sebagaimana dilaporkan BBC, memperkirakan pemilu mendatang bisa menjadi batu sandungan bagi Poroshenko, khususnya jika ia gagal menghentikan krisis di Ukraian timur dan gagal melaksanakan reformasi dan memberantas korupsi.

Sementara itu pada hari Senin, militer Ukraina mengklaim  berhasil menghancurkan 2 tank Rusia yang masuk wilayah Ukraina menuju kota Mariupol. Kedua tank tersebut adalah bagian dari satu unit pasukan tank yang berjumlah 10 tank dan 2 kendaraan pengangkut personal dan perbekalan.

Menlu Rusia Sergei Lavrov mengaku tidak mendengar laporan itu dan menyebutnya sebagai bagian dari “kabar bohong” yang biasa dituduhkan Ukraina kepada Rusia.

Lavrov juga membela tindakan para pemberontak yang mengarak pasukan Ukraina yang tertawan dalam satu parade di kota Donetsk, hari Minggu (24/8).

“Saya melihat gambar arak-arakan itu dan saya tidak melihat hal yang bisa disebut sebagai pelecehan,” kata Lavrov, seraya membandingkan dengan aksi militer Ukraina yang disebutnya sebagai “kejahatan perang”.

Dalam parade tersebut, warga yang marah pada aksi militer Ukraina melemparkan telor dan botol air mineral sembari meneriaki mereka sebagai “fasis”. Aksi ini mendapat kecaman pemimpin Ukraina dan negara-negara barat.

Hari Selasa ini (26/8) Poroshenko dijadwalkan akan bertemu Presiden Vladimir Putin dan para pejabat Uni Eropa di Minsk, Belarusia, untuk mencoba menghentikan konflik di Ukraina timur.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL