moncef-marzouki-_121218113636-466Tunisia, LiputanIslam.com — Demi mengurangi beban keuangan negara yang sedang mengalami krisis berkepanjangan, Presiden Tunisia Moncef Marzouki memutuskan untuk memotong gajinya sendiri. Dia mengatakan dirinya harus menjadi model untuk menghadapi memburuknya situasi keuangan negara.

“Saya akan memotong 2/3 gaji yang selama ini diterima, karena pemerintah bergulat dengan situasi keuangan yang krisis,” ujar Marzouki seperti dilansir AFP, kemarin (18/4). Selain pemotongan gaji untuk dirinya, Marzouki juga berencana mengurangi anggaran kepresidenan.

Ekonomi Tunisia telah mengalami ketidakstabilan menyusul revolusi tahun 2011 yang menggulingkan diktator Zine El Abidine Ben Ali hingga memicu apa yang disebut sebagai “Arab Spring”.

Pemerintah Tunisia mengatakan pekan lalu bahwa keuangan publik negara itu berada dalam keadaan kritis dan bahwa mereka terpaksa mengambil langkah-langkah yang luar biasa untuk memastikan bahwa upah seluruh pewagai di Tunisia bisa dibayarkan pada bulan April.

Pada hari Jumat (18/4) Bank Dunia menyetujui pinjaman $100 juta untuk membantu usaha kecil dan menengah, yang dianggap penting untuk pemulihan ekonomi dari sektor swasta Tunisia.

Pada bulan Januari IMF juga telah mengeluarkan bantuan senilai lebih dari $500 juta, sebagian dari pinjaman senilai $1.76 miliar untuk mendukung perekonomian Tunisia, tak lama setelah pemerintah teknokratis baru disumpah di bawah kesepakatan untuk mengakhiri ketidakstabilan politik.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL