mujicaMontevideo, LiputanIslam.com — ‘Presiden termiskin di dunia’ Jose Mujica, yang memimpin Uruguay tahun 2005 hingga 2010, meninggal dunia , Minggu kemarin (1/3).

Tokoh berusia 79 tahun itu meninggalkan istana kepresidenan di tengah dukungan publik yang sangat kuat terhadapnya dengan kebijakan-kebijakan populisnya, meski sebagian dianggap kontroversial. Ia meninggal tidak lama setelah Presiden Vazques, pengganti Mujica pada tahun 2010 yang memenangkan pemilihan presiden kedua pada bulan November lalu, dilantik di ibukota Montevideo. Demikian seperti dilansir Press TV.

Selama menjabat, Mujica menolak tinggal di istana dan memilih tinggal di rumah pribadinya yang sederhana di luar kota. Ia juga memilih mengendarai sendiri mobil tuanya, Volkswagen Beetle, meski mobil itu telah ditawar $1 juta atau sekitar Rp 13 miliar. Selain itu Mujica juga hanya mengambil 10% dari gajinya untuk dirinya sendiri dan menyisakan 90%-nya untuk amal. Dengan tegas ia mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan gaji itu. Itulah yang kemudian membuatnya mendapat julukan sebagai ‘presiden termiskin di dunia’.

Sementara itu Presiden Vazquez diperkirakan akan merevisi beberapa kebijakan Mujica, termasuk legalisasi marijuana. Keduanya yang berasal dari partai Broad Front (FA) dikabarkan telah berselisih atas beberapa isu dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pidato pelantikannya hari Minggu (1/3), Vazquez menyerukan dialog yang serius atas beberapa isu utama di negara itu.

“Kita dapat dan harus menganalisa dan mendiskusikan bersama secara bertanggungjawab atas beberapa perbedaan untuk memberikan pendidikana terbaik bagi rakyat, untuk memberikan kualitas kesehatan bagi semua dan untuk menyediakan perumahan yang layak,” kata Vasquez dalam pidatonya di depan Sidang Umum Parlemen.

Selama kepemimpinannya, Mujica berhasil membuat Uruguay berubah menjadi negara pengekspor energi dan ekonomi pun tumbuh dengan stabil.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*