hollandeParis, LiputanIslam.com — Presiden Perancis Francois Hollande mengecam pembunuhan warganya oleh kelompok teroris di Aljazair, menyebut aksi tersebut sebagai “pembunuhan pengecut”.

Herve Gourdel, warga Perancis yang tengah bekerja di Aljazair tewas dibunuh oleh kelompok teroris yang terkait ISIS, Jund al-Khilafa, setelah ditangkap hari Minggu (21/9). Demikian laporan BBC News.

“Perancis memasuki tantangan yang menyakitkan dengan pembunuhan salah seorang warganya, namun Perancis tidak akan menyerah pada pemerasan,” kata Hollande di depan Sidang Umum PBB, Rabu (24/9).

“Perang melawan terorisme harus dilanjutkan dan ditingkatkan,” tambahnya merujuk pada serangan udara Perancis terhadap ISIS di Irak, minggu lalu.

“Kita akan melanjutkan perang melawan terorisme di manapun, terutama melawan kelompok yang menamakan diri ISIL, yang telah menyebarkan kematian di Irak dan Suriah, mengejar penduduk sipil, menindas agama minoritas, memperkosa, merampok dan menyembelih orang,” tambahnya.

Berbicara di dalam Sidan Umum PBB hari Rabu (24/9), Hollande mengatakan bahwa Gourdel, yang ditangkap para teroris pada hari Minggu (21/9), dibunuh karena ia adalah “warga Perancis yang turut menjaga manusia melawan barbarisme”.

Hollande menegaskan bahwa Perancis tidak akan tunduk pada tuntutan teroris dan serangan udara Perancis terhadap ISIS di Irak akan terus berlanjut.

Kelompok Jund al-Khilafa membunuh Gourdel (55 tahun) setelah batas waktu yang diberikan teroris untuk membatalkan serangan udara Perancis terhadap ISIS di Irak, berakhir.

Sementara itu pemerintah Aljazair mengatakan akan melakukan segala hal untuk menegakkan keadilan.

“Aljazair tidak akan pernah tunduk pada terorisme dan keadilan akan ditegakkan. Komitmen kami memerangi kejahatan ini bahkan akan semakin besar,” kata Menlu Aljazair Ramtane Lamamra.

Gourdel ditangkap saat menjalankan pekerjaannya sebagai pemandu wisata di Pegunungan Atlas, Maroko, yang telah ditekuninya selama 20 tahun terakhir.

Dalam video yang dirilis setelah pembunuhan Gourdel, jubir Jund al-Khilafa menyebut pembunuhan itu sebagai “balasan atas warga Aljazair dan bentuk dukungan bagi ISIS” di Irak dan Suriah. Kelompok ini menyatakan kesetian kepada ISIS pada tanggal 14 September lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL