Photo by Christopher DiltsWashington DC, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama memuji hasil perundingan program nuklir Iran yang berlangsung di Lausanne, Kamis kemarin (2/4). Ia menyebut hasil perundingan tersebut sebagai ‘saling pengertian yang bersejarah yang bila diimplementasikan akan membuat dunia menjadi lebih aman’.

“Ini akan menjadi kesepakatan jangka panjang yang mencakup semua jalan yang bisa membuat Iran membuat senjata nuklir. Jika Iran berbohong, dunia akan mengetahuinya,” kata Obama tidak lama setelah tercapainya kesepakatan ‘kerangka kerja’ program nuklir Iran dalam perundingan di Lausanne, Swiss, hari Kamis.

‘Kerangka kerja’ tersebut tercapai setelah melalui perundingan intensif, ditujukan untuk menjamin Iran tidak akan membuat senjata nuklir sebagai imbalan pencabutan sanksi ekonomi terhadap negara itu. Untuk selanjutnya, perundingan akan difokuskan pada pembuatan kesepakatan final yang komprehensif yang akan mengakhiri sama sekali perbedaan pandangan tentang program nuklir Iran. Kesepakatan final ini diberi batas waktu hingga bulan Juli mendatang.

Menurut Obama, jika kesepakatan final ini tercapai, maka salah satu ancaman keamaman terbesar yang dihadapi AS akan dihilangkan melalui cara yang damai.

BBC News melaporkan, rakyat Iran menyambut gembira kesepakatan tersebut dengan melampiaskannya di jalan-jalan. Sebaliknya para pejabat Israel menyebut perundingan itu sebagai ancaman.

Menurut keterangan Kemenlu AS tentang kesepakatan itu, perjanjian tersebut mewajibkan Iran untuk mengurangi 2/3 mesin pengaya uraniumnya. Iran juga akan mengubah disain pembangkit energinya sehingga tidak bisa memproduksi plutonium yang menjadi bahan dasar senjata nuklir. Selain itu Iran juga tidak akan memperkaya uraniumnya hingga tingkat di atas 3,6%, jauh dari tingkat yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir.

Meski demikian kedua pemerintahan masih harus menghadapi skeptisme di dalam negerinya masing-masing. Demikian BBC News menyebutkan. Sebagian kalangan ‘garis keras’ Iran menganggap Iran harus berkorban lebih besar untuk hasil yang kecil. Demikian juga para politisi Partai Republik AS diketahui telah sejak awal menentang adanya perundingan nuklir dengan Iran.

Ini belum termasuk pemerintah Israel yang juga menentang keras perundingan nuklir Iran. PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut perundingan tersebut sebagai “meningkatkan resiko proliferasi nuklir dan risiko perang yang mengerikan”.

Meski tidak pernah mengakui, Israel adalah negara yang memiliki cadangan senjata nuklir yang cukup untuk menghancurkan kawasan Timur Tengah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL