Malala bring backAbuja, LiputanIslam.com — Kecaman keras dilakukan Presiden Nigeria terhadap gerakan “BringBackOurGirls”. Menurutnya gerakan tersebut lebih bersifat politis daripada gerakan moral.

Sebagaimana dilaporkan BBC, kecaman Presiden Goodluck Jonathan itu dikeluarkan setelah rencana pertemuannya dengan keluarga korban penculikan kelompok teroris Boko Haram, dibatalkan, Selasa (15/7).

“#BringBackOurGirls harus malu telah memanipulasi para korban terorisme,” kata Jonathan di Abuja Selasa kemarin, setelah rencana pertemuan pertamanya dengan keluarga korban penculikan Boko Haram dibatalkan.

Boko Haram menculik lebih dari 200 pelajar putri di sebuah sekolah menengah di kota Chibok, negara bagian Borno yang menjadi pusat konflik, pada pertengahan April lalu.

Sejak itu Jonathan dan jajaran pemerintahannya selalu menjai bahan kritikan karena kegagalannya membebaskan korban penculikan tersebut.

#BringBackOurGirls adalah gerakan internasional yang dibentuk melalui media sosial yang ditujukan untuk mendorong pembebasan para pelajar putri yang diculik Boko Haram.

Presiden Goodluck Jonathan setuju untuk bertemu keluarga korban penculikan Boko Haram dan direncakan bertemu 12 orang tua pelajar yang berhasil membebaskan diri setelah diculik. Pertemuan dirancang oleh “aktifis” asal Pakistan Malala Yousafzai, yang bertemu Jonathan hari Senin (14/7). Namun tanpa alasan jelas, tiba-tiba ke 12 orang tua tersebut membatalkan pertemuan.

“Sayangnya, kekuatan politik di balik Bring Back Our Girls telah menggunakan kesempatan ini untuk bermain politik di atas situasi ini dan kesedihan orang tua dan gadis-gadis itu. Mereka harus malu pada tindakan mereka,” kata Jonathan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL