Mugabe-and-MujuruHarare, LiputanIslam.com — Presiden Zimbabwe Robert Mugabe memecat Wapres Joice Mujuru dari jabatannya atas tuduhan melakukan korupsi dan rencana kudeta. Para pengamat memperkirakan hal itu dilakukan Mugabe untuk mempermulus jalan istrinya menjadi penggantinya kelak.

Selain Mujuru, Mugabe juga memecat 7 pejabat menteri yang diduga terlibat dalam rencana kudeta itu. Demikian pernyataan pejabat Zimbabwe sebagaimana dilansir BBC News, Rabu (10/12).

Mujuru yang telah lama menjadi pembantu setia Mugabe dan pernah dianggap sebagai calon kuat pengganti Mugabe menolak tuduhan itu.

“Presiden Mugabe telah menggunakan hak eksekutifnya untuk melepas jabatan yang terhormat Joice Mujuru… dengan segera,” kata Sekretaris Kabinet Misheck Sibanda, Selasa (9/12).

Sibanda hanya menyebutkan bahwa Mujuru telah melakukan “tindakan yang tidak sesuai dengan standar”, tanpa menjelaskan alasan lebih jelas.

Sementara itu para menteri yang dipecat termasuk Menteri Keamanan Dalam Negeri Didymus Mutasa dan Menteri Energi Dzikamai Mavhaire, keduanya adalah orang dekat Mujuru.

Pemecatan itu berselang seminggu setelah Mugabe mengecam Mujuru dalam sebuah pertemuan partai penguasa Zanu-PF dan mengumumkan pemecatannya sebagai pemimpin Zanu-PF. Pada saat yang sama istrinya, Grace, diangkat sebagai pemimpin sayap wanita Zanu-PF.

Dalam pernyataannya atas pemecatan itu Mujuru mengatakan bahwa kesetiaannya terhadap Mugabe “tidak perlu dipertanyakan” dan menyebut tuduhan rencana kudeta tersebut sebagai “menggelikan”.

Mujuru juga menuduh media massa pemerintah secara terus-menerus melancarkan tuduhan jahat yang tidak berdasar terhadap dirinya dan menyebut dirinya sebagai “lalat yang terjerat jaring-jaring kebohongan” yang tujuannya untuk menghancurkan Partai Zanu-PF.

Ia balik menuduh, semua tuduhan terhadad dirinya tidak disertai satu bukti kecil pun.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, istri Mugabe, Grace Mugabe, selama 3 bulan terakhir terus-menerus melancarkan berbagai tuduhan miring atas Mujuru. Grace dianggap sangat berambisi untuk menggantikan suaminya dengan menyingkirkan Mujuru.

Mugabe sendiri yang kini telah berumur 90 tahun, telah menduduki jabatannya sebagai penguasa Zimbabwe sejak negara itu merdeka tahun 1980. Baru-baru ini ia menyebutkan belum berniat untuk mundur dari jabatannya dan kemungkinan besar akan kembali bersaing dalam pemilihan tahun 2018.

Mujuru adalah pembantu dekat Mugabe yang telah berjuang bersama melawan pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1970-an.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL