presiden netaMexico City, LiputanIslam.com — Presiden Mexico Pena Nieto mengumumkan rencana perombakan besar-besaran kepolisian negara itu, sebagai buntut penculikan 43 pelajar di kota Iguala September lalu yang keberadaannya masih misterius hingga saat ini.

Delam rencananya itu Presiden Nieto bakal menempatkan kepolisian lokal di bawah komando langsung pemerintah negara bagian dan pemerintah pusat (federal). Demikian sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (27/11) petang waktu setempat.

Dalam pidato yang disampaikan di televisi Presiden Pena Nieto mengatakan bahwa “Mexico harus berubah”. Untuk itu ia akan mengusulkan serangkaian reformasi konstitusi yang memungkinkan kepolisian lokal di 1.800 kota/distrik untuk dilebur menjadi lembaga negara yang dikontrol langsung oleh pemerintah negara bagian dan pusat.

Reformasi juga akan memungkinkan parlemen untuk mengambil alih pemerintahan daerah yang telah disusupi oleh organisasi-organisasi kejahatan. Selain itu reformasi juga akan menyederhanaan penanganan hukum kejahatan yang dihadapi kepolisian, mengingat selama ini ada keengganan kepolisian lokal menangani kejahatan yang dianggap “urusan pusat”, seperti perdagangan obat-obatan terlarang.

Proposal reformasi itu akan diserahkan ke Congress minggu depan.

Jika disetujui, perombakan akan dimulai di 4 negara bagian yang paling rawan kejahatan, yaitu Tamaulipas, Jalisco, Michoacan dan Guerrero. Negara bagian terakhir adalah tempat dimana 43 pelajar sekolah keguruan menghilang setelah ditangkap polisi, usai menggelar demonstrasi di kota Iguala, 26 September lalu.

Saksi kunci dalam peristiwa ini, beberapa anggota kelompok kejahatan Guerrero Unidos, mengklaim telah membunuh ke 43 pelajar tersebut, membakar jasadnya dan membuangnya ke sungai. Mereka menyebut para pelajar itu diserahkan langsung oleh polisi untuk dieksekusi. Namun pada saat penyerahan, polisi telah membunuh 15 di antaranya.

Korupsi di kepolisian lokal di Mexico sudah sangat akut. Para polisi sering menyerah pada ancaman dan bujukan kelompok-kelompok kriminal untuk bekerjasama. Dalam kasus di Iguala bahkan kondisinya lebih parah. Diduga kuat otak pelaku penculikan dan pembunuhan para pelajar tersebut adalah walikota setempat dan istrinya. Keduanya, menurut keterangan para anggota Guerrero Unidos, adalah otak kegiatan-kegiatan kriminal di kota mereka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL