Foto: Mohamed Abd Al-Ghariy/Reuters

Kairo,LiputanIslam.com—Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, telah menandatangani dekrit perpanjangan masa darurat selama tiga bulan. Kantor berita MENA melaporkan pada Minggu (21/7) malam, bahwa keputusan el-Sisi telah didukung oleh parlemen dan akan diberlakukan mulai Kamis mendatang.

Dekrit itu menegaskan, angkatan bersenjata dan polisi harus melakukan segala cara untuk memerangi terorisme berikut sumber keuangannya, serta melindungi jiwa dan harta benda masyarakat.

Sebelumya, pemerintah Mesir telah mengumumkan masa darurat pada April 2017 silam, pasca serangan teror menghantam gereja-gereka Kristen di Kota Tanta dan Alexandria, serta menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 100 lainnya.

Kelompok teroris di Mesir telah lama menargetkan petugas keamanan di negara itu, khususnya di Semenanjung Sinai. Operasi besar-besaran pun telah digelar selama setahun guna menyingkirkan militan bersenjata itu. Namun, tampaknya, hingga saat ini operasi itu belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Baru-bari ini, seorang pelaku aksi bom bunuh diri dikabarkan telah membunuh seorang tentara di Sinai Utara. Kelompok teroris Daesh mengklaim sebagai aktor serangan tersebut.

Baca: Liga Arab Gelar Konferensi Pemberantasan Terorisme di Mesir

Sejak 2011 lalu, Sinai Utara telah tersapu konflik antara para kelompok teroris melawan petugas keamanan Mesir. Berbagai serangan dari kelompok militan telah dilakukan dan menargetkan para penegak hukum dan warga sipil.

Buruknya situasi keamanan di negara piramida itu telah membuat Rusia sempat menghentikan lalu lintas udaranya sejak tahun 2015. Namun, penerbangan kembali berlanjut pada 2018, sejak pemerintah Mesir memperbaiki keamanan di negaranya. (Fd/Mena/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*