maduroNew York, LiputanIslam.com — Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyalahkan negara-negara barat dalam krisis di Timteng dan menyerukan dilakukannya perombakan besar-besaran terhadap PBB, terutama Dewan Keamanan.

Sebagaimana dilaporkan Press TV, dalam pidato yang disampaikan di depan Sidang Umum PBB tersebut Maduro menuduh barat bermaksud menciptakan monster di Timteng, menunjuk pada dukungan yang diberikan AS dan sekutu-sekutunya kepada kelompok ISIL selama bertahun-tahun di Suriah dan Irak.

Dalam kesempatan itu Maduro memuji peran pemerintah Suriah dalam memerangi kelompok-kelompok militan di kawasan itu dan menegaskan bahwa setiap operasi militer terhadap kelompok-kelompok teroris harus menghormati kedaulatan seperti Suriah.

Lebih jauh Maduro mengecam apa yang disebutnya sebagai “kekuatan imperial Amerika yang terus-menerus mencoba untuk menghancurkan demokrasi.”

Dalam seruannya bagi “pembangunan kembali PBB”, Maduro mendesak PBB untuk ‘menjalani transformasi mendasar dan menyadari sifat multi-polar dunia saat ini, yang dibentuk oleh kekuatan-kekuatan regional baru”.

Maduro menyebut Dewan Keamanan PBB perlu dirombak total demi menjamin lembaga itu mewakili dunia baru dimana setiap kawasan memiliki ambisi dan kepentingn sendiri-sendiri.

Maduro juga menyinggung tentang wabah virus ebola dan berjanji memberikan bantuan senilai $5 juta untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu.

Pada bagian akhir pidatonya, Maduro memanjatkan doa bagi perdamaian dunia, menyebut perdamaian bisa dicapai hanya jika kedaulatan semua negara dihormati.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL