kenyataNairobi, LiputanIslam.com — Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengecam pengadilan kriminal internasional (ICC) yang telah menjatuhkan dakwaan terhadap dirinya. Ia menyebutnya sebagai “tidak jelas” dan “lelucon”, meski kasus ini telah dibatalkan, Jumat (5/12).

Kenyatta menyebut dirinya merasa telah dianggap benar setelah dakwaan kejahatan kemanusiaan atas dirinya dibatalkan. Para penyidik ICC menyebutkan bahwa pemerintah Kenya telah menghambat penyidikan. Demikian BBC News melaporkan, Sabtu (6/12).

“Kesadaran saya sangat jelas. Sebagaimana ICC gagal mendakwa saya, mereka juga gagal mengungkap korban kerusuhan paska pemilu 2007-2008,” kata Kenyatta.

“Saya telah dikorbankan, difitnah, digambarkan oleh proses buruk yang sama (dakwaan ICC),” tambahnya.

Kenyatta didakwa terlibat dalam kerusuhan etnik paska pemilu Kenya tahun 2007-2008 yang menewaskan 1.200 orang.

Para penyidik ICC menuduh pemerintah Kenya telah menghambat penyidikan mereka dengan menahan bukti-bukti dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Mereka juga menyebut adanya ancaman terhadap para saksi.

Sementara itu Menlu Kenya Amina Mohamed mengatakan pemerintahan Kenya akan berusaha menggagalkan 2 tuntutan kasus sejenis yang melibatkan Wapres William Ruto.

Para pendukung Uhuru Kenyatta berpawai di jalanan untuk merayakan pencabutan kasus tersebut.

Kenyatta yang memenangkan pemilihan presiden tahun 2013 atas dukungan mantan presiden Kibaki, menuduh ICC telah mencampuri urusan internal Kenya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL