jokowi traktorSubang, LiputanIslam.com — Dalam blusukannya ke Jawa Barat, Presiden Joko Widodo hari ini menyerahkan 1.099 unit traktor tangan kepada 19 kelompok tani dan sembilan perwakilan kelompok tani di Subang. Traktor itu, diberikan kepada seluruh petani di Jawa Barat, sebagai tindak lanjut dari Gubernur Ahmad Heryawan yang telah berjanji meningkatkan produksi berasnya.

“Sekarang, kami berikan traktor 1.099 unit, nanti tahun depan tambah lagi, mungkin bisa 2-3 kali lipat traktornya. Gubernur janji tambah produksi 2 juta ton. Sanggup? Siap? Saya hitung betul loh ini,” kata dia. “Siap!” sahut para petani, seperti dilansir kompas.com, 26 Desember 2014.

Untuk mencapai target produksi beras di Jawa Barat itu, Jokowi berjanji akan memperbaiki irigasi. Ia mengharapkan, agar Jawa Barat sebagai lumbung beras, mampu meningkatkan produksinya sehingga tidak perlu lagi mengimpor beras dari luar.

“Saya malu saat ketemu presiden Vietnam satu bulan lalu. Baru ketemu dia, ditanya apa coba? Presiden Jokowi, beli beras dari saya lagi kapan? Coba, malu ndak?” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, ia merasa sangat dilukai harga dirinya.Indonesia sebagai negara agraris, tambah dia, sudah seharusnya bisa berdaulat di sektor pangan.

“Insya Allah dengan perbaikan irigasi, pembangunan waduk, target saya ke Mentan, tiga tahun harus bisa swasembada. Tadi saya dbisiki Pak Mentan, katanya sebelum tiga tahun bisa,” ucap dia.

Selain irigasi, Jokowi juga mengungkapkan pemerintah akan menghilangkan subsidi pupuk. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberi suntikan dana kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk bisa membeli gabah dari petani dengan harga tinggi.

Jokowi juga menyampaikan apresiasinya atas perjuangan para kepala daerah dan juga kelompok tani. Menurut Jokowi, keberadaan mereka sangat dibutuhkan negara. Ia juga mengimbau agar semua insinyur pertanian terjun ke sawah, bukan hanya duduk di balik meja.

Ingin Swasembada, Jokowi Harus Out of Box

Anggota Dewan Pengurus Nasional Aliansi Mayarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Muwardi Pangihutan Simatupang mengatakan, jika ingin mewujudkan swasembada pangan dalam tiga tahun, Jokowi harus melakukan terobosan.

“Sudah 6 presiden belum berhasil menunjukkan keberpihakannya ke petani. Ini lantaran semua presiden kita selama ini selalu berpikir inbox, tidak out of the box,” kata Muwardi.

Ia menyatakan, setidaknya ada tiga langkah baru yang bisa dilakukan pemerintahan Jokowi untuk menunjukkan keberpihakan kepada petani. Pertama, pemberian hak pengelolaan tanah atas tanah-tanah negara yang terlantar untuk dikelola petani secara kolektif. Kedua, pemerintah juga harus memberikan sistem informasi tentang kebutuhan pasar atas komoditas pertanian. Ketiga, pemerintah harus membantu memperbaiki sistem logistik dan distribusi pupuk atau pakan dan hasil panen. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL