pasar klewerSolo, LiputanIslam.com — Akhir tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pasar Klewer yang ludes terbakar api. Ia menyisir bagian utara pasar kebanggaan Kota Solo yang sudah luluh lantak, dan didampingi oleh Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo. Kedatangannya disambut ratusan pedagang. Mereka meminta agar Jokowi segera membangun Pasar Klewer yang terbakar tersebut.

“Pak Jokowi, tolong segera dibangun Pasar Klewer-nya pak. Kami tak bisa berjualan lagi pak,” teriak para pedagang kepada Jokowi.

Kepada pedagang, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan secepatnya membangun kembali pasar tersebut. Dananya akan ditanggung bersama oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pembangunan pasar, kata Jokowi, harus dilakukan dengan gotong royong.

“Segera dibangun, dalam setahun jadi, dan tentukan segera lokasi pasar darurat untuk pedagang, dalam dua minggu,” kata Jokowi, Rabu, 31 Desember 2014 seperti dilansir kompas.com.

Namun Jokowi belum bisa memastikan nilai dana yang bisa dikucurkan oleh pemerintah pusat. Jokowi mengaku masih menunggu pengajuan bantuan dari Pemerintah Kota Surakarta.

“Harus dihitung, pemerintah kota berapa, provinsi berapa, baru nanti ditambahi oleh pusat,” ujar Jokowi.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah pusat terkait musibah kebakaran ini.

“Koordinasi tersebut lebih menitikberatkan kepada penanganan pascakebakaran, seperti halnya pembuatan pasar darurat yang diperuntukkan bagi para pedagang Klewer,” jelasnya.

“Ada tiga pilihan lokasi untuk pembuatan pasar darurat, yakni halaman Benteng Vastenburg, Pusat Grosir Solo dan Beteng Trade Center. Tetapi untuk keputusan mana lokasinya, baru akan dirapatkan pada nanti malam,” ucapnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah kerugian, ia menyebutkan mencapai triliun rupiah. Pasalnya, jumlah kios yang terbakar mencapai ribuan. “Kan jumlah kios itu diperkirakan mencapai 2.700 kios. Jadi total kerugian triliunan itu,” sebutnya.

Buruh Pabrik Terancam PHK

Ketua Paguyuban Perajin Batik Pasir Sari Kota Pekalongan Sodikin H.S mengatakan ratusan buruh perajin batik di Pekalongan terancam menganggur setelah kebakaran yang melanda Pasar Klewer. Hal ini disebabkan lantaran mayoritas perajin batik Pekalongan menggantungkan hidup dari pasar itu.Khusus untuk Pasar Klewer, 60 persen batik yang dijual berasal dari Pekalongan.

Seperti diketahui, Pasar Klewer merupakan pusat perdagangan teksil terbesar di Solo. Dan saat ini, akibat kebakaran, ada 300 perajin batik Pekalongan memilih untuk mengurangi jumlah produksinya. Sebelumnya, satu perajin bisa mengirim sekitar seratus kodi (satu kodi sama dengan dua puluh lembar kain) batik ke Pasar Klewer setiap pekan.

Dari laporan tempo.co, jika perajin mengurangi produksinya, akan berpengaruh pada jumlah buruh yang mereka pekerjakan. Di Pekalongan, setiap perajin batik mempekerjakan sekitar sepuluh hingga seratus orang buruh.

“Kalau satu perajin mengurangi dua buruh saja, ada 600 pengangguran baru selama menunggu pedagang Pasar Klewer beroperasi lagi,” ujar Sodikin.

Masalah lain yang menghantui perajin batik Pekalongan adalah risiko tidak mendapat bayaran dari batik yang sudah dikirim ke pedagang Pasar Klewer. Menurut Solikin, para perajin hanya bisa pasrah dengan risiko kerugian tersebut. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*