foto: facebook

foto: facebook

Jakarta, LiputanIslam.com — Walau pro-kontra masih terus berlanjut, hari ini Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok akhirnya resmi dilantik sebagai Gubernur, oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Ahok, telah diambil sumpah jabatannya di Istana Negara, Rabu, 19 November 2014.

“Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” ujar Ahok, mengikuti ucapan Jokowi.

Seperti ditayangkan dalam Breaking News TV-One, pelantikan Ahok ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri, jajaran menteri di Kabinet Kerja seperti Tjahjo Kumolo, Bambang Brodjonegoro, Andrinov Chaniago, Nila Moeloek, Ferry Mursyidan Baldan, Sudirman Said, Puan Maharani dan Rini Soemarno. Tampak hadir juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI ke-14 Sutiyoso.

Ahok menyatakan kepada wartawan, bahwa jalan hidupnya seperti keajaiban dunia. Pasalnya, dua tahun lalu Jokowi dan Ahok bersanding dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur.

“Dua tahun kita dilantik bersama. Sekarang malah Bapak Jokowi yang lantik saya,” ujar dia.

Usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, jabatan Wakil Gubernur pun kosong. Ahok masih merahasiakan nama yang akan menjadi pendampingnya memimpin ibu kota hingga 2017.

Di tiga tahun sisa masa kepemimpinannya, Ahok memiliki visi untuk bisa mewujudkan keadilan sosial dan menjadikan Jakarta sebagai kota yang moderen, layak huni, tertata rapi, dan manusiawi. Visi itu, kata Ahok, hanya bisa tercapai bila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melakukan pembenahan internal di tubuhnya sendiri.

“Prioritas pertama saya setelah menjadi Gubernur adalah membereskan struktur birokrasi kita. Karena kunci keberhasilan semua program pembangunan kita ada di situ,” ujar Ahok.

Selain mencopot pejabat yang dianggap bermasalah, Ahok juga mulai menerapkan sistem promosi jabatan baru di Pemprov DKI. Dengan sistem ini, pegawai biasa, asal berkompeten dan memiliki dedikasi, memiliki kesempatan untuk bisa menduduki jabatan eselon II, III, dan IV. Tanpa harus mengikuti sistem penjejangan karier yang selama ini diterapkan.

Dengan memanfaatkan momentum ditetapkannya Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018, ia menggunakan strategi untuk melibatkan pemerintah pusat untuk membantu dan mempercepat pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Jakarta.

Seperti moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT), enam ruas jalan tol, normalisasi sungai-sungai untuk mencegah banjir, hingga pembangunan stadion baru di Taman BMW, Jakarta Utara.

“Asian Games ini jadi beban buat kita. Di tahun 2018 kita mau pertontonkan Indonesia yang sudah berubah. Bahwa dari tahun 1962 (tahun pertama kali Indonesia jadi tuan rumah Asian Games), hingga tahun 2018 nanti kita sudah maju dan berbeda total,” ujar Ahok, seperti dikutip dari Vivanews.

Ahok optimis strateginya ini akan berhasil. Menurut dia, dilantiknya Jokowi sebagai presiden akan memberikan keuntungan tersendiri kepada DKI Jakarta. Ahok mengatakan, Jokowi telah berjanji untuk membantu kelancaran pembangunan di Jakarta dengan menggunakan wewenangnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL