rouhani wefMeski Iran tidak diundang dalam konperensi Genewa II yang tengah berlangsung di Genewa Swiss, namun ternyata Presiden Iran Hassan Rouhani juga tengah berada di Swiss. Hanya saja Rouhani berada di Davos, tempat berlangsungnya pertemuan World Economic Forum (WEF) yang ke-44.

Rouhani tiba di Swiss hari Rabu kemarin (22/1) atau hari yang sama dengan dimulainya konperensi Genewa II. Ia diundang dalam acara WEF untuk menyampaikan pandangan-pandangannya tentang berbagai permasalahan global.

“Kehadiran Iran di Davos akan sangat efektif dalam mengekspresikan pandangan-pandangan Iran tentang isu-isu ekonomi, politik, regional dan ide-ide internasional,” kata Rouhani kepada wartawan menjelang keberangkatannya ke Davos, kemarin.

Rouhani menegaskan bahwa pertemuan Davod merupakan ajang pertemuan yang efektif dimana para politisi, ahli, guru-guru besar universitas internasional, serta kalangan profesional perusashaan-perushaan global dari seluruh dunia, hadir.

“The World Economic Forum adalah tempat terbaik untuk saling bertukar ide,” tambah Rouhani.

Rouhani juga mengungkapkan bahwa dalam kesempatan tersebut ia juga akan berpidato di hadapan para pimpinan perusahaan-perusahaan minyak dan gas internasional, serta berdiskusi dengan para pemimpin politik dan perusahaan yang hadir.

Kunjungan ke Davos kali ini adalah kunjungan resmi ke Eropa pertama bagi Rouhani sebagai Presiden Iran sejak terpilih bulan Agustus tahun lalu. Kunjungan tersebut juga menjadi simbol yang menunjukkan bahwa Iran kini telah diterima sebagai kekuatan politik dan ekonomi dunia, terutama menyusul pencabutan sebagian sanksi-sanksi ekonomi oleh Uni Eropa terhadap Iran setelah dicapainya kesepakatan program nuklir Iran antara Iran dengan negara-negara anggota tetap DK PBB plus Jerman.

Pertemuan tahunan The World Economic Forum (WEF) tahun ini akan digelar dari tgl 22 hingga 25 Januari dengan tema “The Reshaping of the World: Consequences for Society, Politics and Business.”

WEF merupakan organisasi internasional independen yang digelar untuk meningkatkan kesejahteraan global melalui dialog antara para pemimpin politik, akademisi dan pebisnis global Dalam pertemuan WEF tahun 2009 diwarnai dengan insiden yang cukup terkenal, ketika PM Turki Eerdogan terlibat perdebatan sengit dengan Presiden Israel setelah Erdogan mengecam Israel atas serangan militernya ke Gaza awal tahun itu. Akibat insiden tersebut nama Erdogan menjadi sangat populer di kalangan negara-negara Islam.(CA/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL