correaQuito, LiputanIslam.com — Presiden Ekuador Rafael Correa menuduh agen-agen rahasia AS terlibat dalam aksi-aksi protes yang terjadi di negara itu. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan televisi TeleSUR akhir pekan lalu.

“Ada kehadiran CIA (dinas rahasia AS) di sana, dengan tujuan melemahkan pemerintahan Ekuador,” kata Correa, seperti dilansir Press TV, Minggu (22/3).

Corea menyebut AS berusaha menyeret Ekuador dalam kerusuhan demi keuntungan kelompok-kelompok oposisi yang didukungnya, menjelang pemilihan umum mendatang.

Corea menyebut CIA bekerjasama dengan kelompok-kelompok oposisi ‘sayap kanan’ garis keras dalam aksi-aksi protes yang melanda Ekuador beberapa waktu terakhir.

Pada hari Kamis (19/3) aksi-aksi protes terjadi di lebih dari 10 kota besar di Ekuador, termasuk di ibukota Quito. Selain menuntut reformasi perburuhan dan pertanahan, para demonstran juga menuntut pergantian pemerintahan.

Ironisnya, hal ini justru terjadi saat Correa mendapat dukungan publik setelah berhasil meningkatkan taraf hidup sebagian besar warga, terutama kelompok menengah bawah. GDP per-kapita negara itu meningkat menjadi $6.002 tahun 2013 lalu, meningkat hampir 100% dari GDP per-kapita tahun 2007 yang hanya $3.572. Correa juga berhasil memangkas angka kemiskinan dan pengangguran sejak menduduki jabatannya tahun 2007.

Pada tahun 1963, AS merancang kudeta militer terhadap pemerintahan Carlos Julio Arosemena Monroy.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*