presiden chekoKiev, LiputanIslam.com — Tidak adanya inisiatif positif pemerintah Ukraina untuk menyelesaikan krisis di negaranya mengundang kecaman Presiden Cheko Milos Zeman. Ia menuduh Perdana Menteri Ukraina Yatsenyuk sebagai “perdana menteri perang”, dan bersama Presiden Petro Poroshenko memainkan politik “muka dua”.

“Dari pernyataan-pernyataan Perdana Menteri Arseny Yatsenyuk, saya rasa ia bisa disebut sebagai ‘perdana menteri perang’ karena ia tidak menginginkan penyelesaian damai konflik di negaranya,” kata Zeman, sebagaimana dilansir oleh Russia Today, Minggu (4/1) dengan mengutip surat kabar Cheko Pravo.

“Yatsenyuk ingin menyelesaikan konflik Ukrainian dengan senjata,” tambah Zeman.

Zeman juga menuduh Yatsenyuk dan Presiden Poroshenko sengaja melakukan “kebijakan 2 wajah” dalam konflik Ukraina timur. Wajah pertama adalah Poroshenko yang pro-perdamaian dan Yatsenyuk yang pro-perang.

Lebih jauh Zeman menyebut kudeta Februari yang menggulingkan pemerintahan Viktor Yanukovich bukanlah gerakan demokrasi.

“Maidan bukanlah gerakan demokratis, dan saya percaya Ukraina tengah dilanda perang sipil,” kata Zeman seraya menyebut rakyat Ukraina sebagai masyarakat yang “kurang informasi”.

Aksi-aksi demonstrasi damai bulan November 2013 menentang keputusan Viktor Yanukovich menandatangani perjanjian kerjasama dengan Uni Eropa berubah menjadi aksi-aksi anarkis pada bulan Januari dan Februari 2014 yang berujung pada penggulingan Presiden Yanukovych yang terpilih secara demokratis.

Aksi kudeta ini berbuntut pada pemisahan wilayah Krimea dari Ukraina pada bulan April 2014 serta munculnya gerakan separatis di Ukraina Timur yang dijawab Ukraina dengan menggelar operasi militer. Menurut PBB setidaknya 4.317 orang tewas dalam konflik di Ukraina timur.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*