guantanamo2Havana, LiputanIslam.com — Presiden Kuba Raul Castromenuntut pangkalan militer AS di Guantanamo Bay untuk dikembalikan ke Kuba sebelum hubungan kedua negara dinormalisasikan. Castro juga menyerukan kepada AS untuk mencabut embargo perdagangan yang diterapkan terhadap Kuba serta mencabut Kuba dari daftar negara teroris.

Bulan lalu kedua negara mengumumkan kesepakatan pemulihan hubungan kedua negara, termasuk hubungan diplomatik, yang memburuk sejak tahun 1961. Hal ini disusul dengan pembicaran tingkat tinggi minggu lalu antara delegasi pejabat tinggi AS dan Kuba di Havana.

Raul Castro menyampaikan tuntutan itu dalam KTT Community of Latin American and Caribbean States di Costa Rica, Rabu (28/1). Demikian BBC News melaporkan.

“Pemulihan hubungan diplomatik adalah awal dari proses normalisasi hubungan kedua negara. Namun ini tidak akan mungkin sementara masih ada embargo, dan mereka belum mengembalikan wilayah yang diduduki secara ilegal di pangkalan Guantanamo Bay,” kata Castro.

Pangkalan Guantano Bay disewa oleh AS tahun 1903 dari regim Kuba sebelum digulingkan oleh komunis. Sampai saat ini belum ada respon dari para pejabat AS atas tuntutan itu.

Sementara itu mantan pemimpin Kuba Fidel Castro telah menunjukkan persetujuannya terhadap langkah pemerintah Kuba, meski ia tidak percaya dengan AS.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir media Kuba, Fidel Castro menulis: “Kita akan selalu menjaga kerjasama dengan semua masyarakat di dunia, termasuk dengan musuh-musuh politik kita,” tulisnya.

Presiden Barack Obama telah menyerukan kepada Congress untuk mencabut embargo perdagangan terhadsap Kuba yang telah ditetapkan sejak tahun 1962. Awal bulan lalu Obama bahkan telah menggunakan kekuasaannya untuk melonggarkan hubungan perdagangan dan pariwisata kedua negara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*