pembunuhan jaksa argentinaBuenos Aires, LiputanIslam.com — Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner menduga kematian jaksa penyidik kasus serangan terhadap pusat kebudayaan yahudi di Buenos Aires tahun 1994 karena dibunuh. Demikian BBC News melaporkan, Jumat (23/1).

Jaksa Alberto Nisman (51 tahun) ditemukan tewas tertembak di apartemennya hari Minggu (18/1). Penyidik menduga kematiannya karena bunuh diri. Namun dalam sebuah surat yang dipublis di jejaring sosial hari Kamis (22/1), Cristina Fernandez menyebut kematian tersebut bukan karena bunuh diri.

Nisman adalah penyidik kasus pemboman pusat kebudayaan yahudi di Buenos Aires tahun 1994 yang menewaskan 85 organ dan menjadi serangan teroris terbesar yang terjadi di Argentina.

Kematian Nisman hanya beberapa jam sebelum ia memberikan keterangan tentang penyelidikannya di hadapan Komisi Parlemen. Beberapa hari yang lalu Nisman menuduh Presiden Christina dan Menlu Hector Timerman berusaha “menutup-nutupi” keterlibatan Iran. Kematian ini otomatis mengalihkan perhatian publik terhadap keterlibatan Presiden Christina atas peristiwa yang terjadi 21 tahun yang lalu.

Dalam laporanan setebal 300 halaman, Nisman menuduh pemerintahan Christina Fernandez berusaha meningkatkan hubungan dengan Iran demi mendapatkan minyak murah.

Jubir pemerintah Anibal Fernandez hari Rabu (21/1) menyebut spekulasi Nisman itu sebagai “dugaan yang sangat lemah”. Sementara dalam suratnya yang diposting di Twitter, Presiden Christina Kirchner menuduh Nisman telah mendapatkan informasi palsu dari agen inteligen.

“Saya yakin ini (kematian Nisman) bukan bunuh diri,” tulis Christina Kirchner.

Penyidik mengatakan tidak ada tanda-tanda pembunuhan terhadap Nisman, namun keluarganya mengatakan Nisman tidak mempunyai alasan untuk bunuh diri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*