Tol Brebes Timur

Tol Brebes Timur

Jakarta, LiputanIslam.com–Presiden Joko Widodo akan mengevaluasi kinerja para menterinya menyusul terjadinya kemacetan sangat parah yang dialami para pemudik Lebaran Idul Fitri 2016. Salah satu titik kemacetan yang berakibat fatal terjadi di tol Brebes, yang menewaskan 13 orang akibat kelelahan.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Presiden Johan Budi SP.

“Tentu ada evaluasi terkait kementerian yang berkaitan, apakah itu Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan. Presiden concern terhadap peristiwa yang ada di Brebes itu untuk diurai apa penyebab utama dari kemacetan yang terjadi,” kata Johan Budi, seperti dikutip Detik.com, Selasa (12/7/2016).

Dikatakan Johan, evaluasi tidak hanya berpaku pada satu titik. Masalah adanya beberapa pemudik yang terjebak kemacetan dan meninggal juga menjadi perhatian oleh pemerintah.

“Di dalam proses kemacetan itu ada yang mengalami musibah. Mendagri juga sudah sampaikan, mewakili pemerintah. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada satu titik kemarin, tapi rentetan sebelum dan sesudah. Teknisnya tanya ke kementerian terkait,” kata Johan.

Para pemudik yang menggunakan jalur darat menuju Jawa Tengah di H-3 dan melewati tol Brebes Timur atau sering disebut Brexit, sempat mengalami kemacetan parah puluhan jam sepanjang ± 20 KM.Dalam situasi panas, kekurangan oksigen, air, dan makanan di dalam tol, sejumlah pemudik pun menghembuskan nafas terakhirnya. Atas kejadian ini, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan meminta maaf kepada masyarakat.

“Kami meminta maaf pada keluarga 13 orang meninggal pada 3 sampai 5 (Juli 2016) kemarin di beberapa tempat proses mudik. Pada dasarnya kita benar-benar tidak menginginkan hal tersebut,” kata Luhut kepada tvOne, Minggu petang, 10 Juli 2016.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL