Joint Press Availability with President of Afghanistan.Kabul, LiputanIslam.com — Presiden Afghanistan Hamid Karzai kembali melancarkan kecaman pedas terhadap Amerika. Menurutnya, Amerika memulai perang di Afghanitan adalah demi kepentingan sendiri.

“Rakyat Afghanistan tewas dalam perang yang bukan perangnya rakyat Afghanistan,” kata Karzai dalam wawancara yang diterbitkan Washington Post hari Minggu (2/3).

Menurut Karzai perang teror yang digelar Amerika di Afghanistan selama 12 tahun adalah “untuk keamanan Amerika dan kepentingan barat.” Karzai juga kembali meminta Amerika untuk menghentikan serangan-serangan udaranya di Afghanistan karena dianggap hanya membunuhi warga sipil.

Karzai juga menegaskan kembali penolakannya terhadap UU kerjasama keamanan dengan Amerika yang dirancang Amerika. Karzai kembali menuduh perjanjina tersebut sebagai legitimasi kejahatan Amerika di Afghanistan.

Amerika sendiri menyatakan telah pasrah untuk tidak memaksakan penandatanganan kerjasama tersebut dan menyerahkan nasib undang-undang tersebut kepada pengganti Karzai usai pemilihan presiden bulan April mendatang.

“Sikap saya tidak berubah, bahwa saya menolak menandatangani perjanjian itu dengan Amerika tanpa disertai dengan proses perdamaian,” kata Karzai.

Menurut Karzai, agar dirinya bersedia menandatangani perjanjian, Amerika harus memulai perundingan damai dengan Taliban dan menghentikan serangan terhadap rumah-rumah warga Afghanistan.

Ada beberapa poin yang mengganggu masyarakat Afghanistan tentang draft perjanjian keamanan Amerika dan Afghanistan, di antaranya adanya kekebalan bagi personil militer Amerika selama bertugas di Afghanistan.

Perang Terorisme yang digelar Amerika di Afghanistan telah berlangsung selama 13 tahun dan menjadi perang terpanjang yang dilancarkan Amerika. Ribuan pasukan Amerika tewas dalam perang tersebut.

Saat ini Amerika memiliki 43.000 pasukan tempur di Afghanistan. Amerika direncanakan menarik pasukannya tahun ini. Sementara pemilu kepresidenan Afghanistan juga bakal digelar tahun ini.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*