Missouri, LiputanIslam.com–Presenter dan jurnalis saluran televisi Iran Press TV, Marzieh Hashemi, ditangkap dan dipenjara di AS tanpa dakwaan yang jelas.

Presenter kelahiran Amerika ini ditangkap setelah mendarat di Bandara Internasional St. Louis Lambert di St. Louis, Missouri, pada Minggu (13/1).

Press TV mendapatkan informasi bahwa Hashemi dibawa oleh FBI ke sebuah lapas di Washington, DC. Pejabat AS sejauh ini menolak memberikan alasan apapun atas penahanan tersebut kepadanya dan keluarganya.

Associated Press (AP) melaporkan, FBI tidak menjawab panggilan telepon mereka pada Rabu (16/1) pagi, dan juga tidak menjawab pemintaan tertulis untuk memberikan penjelasan.

Hashemi, yang terlahir dengan nama Melanie Franklin, masuk ke AS untuk mengunjungi adiknya yang sakit dan anggota keluarganya yang lain. Saudara-saudaranya dilarang mengontak sang presenter, dan dia hanya diizinkan mengontak anaknya dua hari setelah penangkapan.

Hashemi mengatakan kepada anak perempuannya bahwa ia diborgol dan diperlakukan seperti kriminal oleh para petugas Amerika.

Petugas juga memaksanya melepaskan jilbab, dan kemudian difoto tanpa menggunakan penutup kepala ketika sampai di lapas.

Hashemi mengaku, ia hanya dibolehkan menggunakan kaos T-shirt, dan kini ia menggunakan satu lagi kaos untuk menutup kepalanya.

Lebih jauh lagi, petugas hanya menyediakan makanan babi untuknya, dan bahkan menolak memberikan roti dan makanan halal lainnya.

Anggota keluarga dan aktivis media pun kini telah meluncurkan kampanye media sosial dengan tagar #FreeMarziehHashemi (bebaskan Marzieh Hashemi) dan #Pray4MarziehHashemi sebagai dukungan untuknya.

Komisi HAM Islam (IHRC) juga menyatakan telah menulis laporan kepada Reporter PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang sehubungan dengan penangkapan Hashemi. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*