Charles de GaulleParis, LiputanIslam.com — Prancis mengirimkan kapal induk pengangkut pesawat tempur ke Samudera Hindia untuk pelatihan angkatan laut. Demikian keterangan sumber kementerian pertahanan Perancis, Selasa (6/1). Tidak hanya itu, kapal induk itu saat ini sudah siap untuk operasi militer jika diperlukan.

Situs khusus internet AL Perancis Mer et Marine melaporkan bahwa kapal induk Charles de Gaulle yang merupakan unggulan armada Prancis, sedang menuju ke Teluk, di mana ia akan bergabung dengan operasi terhadap Negara Islam (ISIS) di Irak, demikian sebagaimana dilansir Antara dengan mengutip Reuters, Rabu (7/1).

Kapal induk ini biasanya disertai dengan kapal selam, beberapa fregat dan kapal pengisian bahan bakar.

Ketika ditanya apakah kapal induk dapat digunakan untuk melawan Negara Islam, sumber kementerian pertahanan mengatakan: “Ini adalah alat militer. Tujuannya adalah untuk digunakan.”

Presiden Francois Hollande secara resmi telah mengumumkan keberangkatan kapal itu pada 1 Januari lalu ketika dia menyampaikan pidato tahun baru kepada militer dari sebuah kapal perang di selatan kota pelabuhan Toulon.

Prancis adalah negara pertama yang bergabung dengan koalisi pimpinan AS dalam serangan udara di Irak melawan pemberontak ISIS, yang juga telah menguasai sebagian besar wilayah tetangga Suriah selama perang saudara tiga tahun di sana.

Namun, Prancis telah mengesampingkan penyerangan terhadap kelompok tersebut di Suriah.

Kapal induk ini memiliki sekitar 800 personel militer, sembilan jet tempur, pesawat patroli maritim dan pesawat pengisian bahan bakar yang berpangkalan di Uni Emirat Arab sebagai bagian dari misi “Chammal” Irak, serta kapal perang anti-pesawat di Teluk. Kapal ini juga mengoperasikan enam jet tempur Mirage dari Yordania.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*