Washington, LiputanIslam.com–Pemerintah Prancis dan Cina mendesak AS agar menyelesaikan ketegangan dengan Korea Utara dengan cara diplomasi dan bukan dengan mengancam secara militer.

Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian mengkritik gaya Presiden AS Donald Trump yang sering beradu mulut dengan pemimpin Korut Kim Jong-un, yang menurutnya hanya akan meningkatkan ketegangan dengan Pyongyang.

“Dunia tengah berada dalam periode berbahaya,” kata Le Drian. “Saat ini, kita menghadapi perselisihan verbal, namun itu bisa menimbulkan permasalahan. Kita harus menghindari permasalahan ini,”

“Gaya Trump mungkin bukan  yang paling baik, tapi kita di saat yang sama tidak boleh mencampuradukkan tanggungjawab,” tambah Le Drian, sembari mengkritik  Korut karena tidak mengikuti perjanjian nuklir internasional.

Juru Bicara Menlu Cina, Lu Kang, juga meminta kedua pihak agar “menghindari kata-kata dan aksi yang dapat meningkatkan masalah…”

“Kita harus selalu percaya bahwa cara militer tidak boleh menjadi opsi dalam menyelesaikan isu nuklir di semenanjung,” kata Lu.

“Karena militer tidak bisa menyelesaikan perbedaan-perbedaan dan hanya akan menimbulkan bencana yang lebih besar,” tegasnya.

Respon-respon dari kedua wakil negara itu datang setelah Trump pada hari Selasa (26/9/17) lalu mengatakan bahwa militer AS akan efektif menghancurkan Korut. AS juga baru-baru ini mengirimkan pesawat pengebom di atas laut Korut bagian timur. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL