Paris,LiputanIslam.com—Prancis menyampaikan maksud utamanya menghadiri Sidang Umum PBB adalah untuk mengurangi tensi antara Iran dan AS. Karena itu, dua pemimpin negara ini akan melakukan pertemuan di sela-sela kunjungan mereka ke PBB.

“Pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Iran, Hassan Rouhani, bukanlah prioritas utama,” ucap Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian, pada Minggu (22/9) kepada para reporter.

“Prioritas utama kita adalah apakah kita bisa melakukan upaya de-eskalasi dengan aktor-aktor lain,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah berupaya keras memimpin orang-orang Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dan meredakan tensi antara Iran dan Amerika.

Pada Mei 2018, Presiden AS menarik negaranya keluar dari kesepakatan yang juga dikenal dengan JCPOA dan mulai menjatuhkan sanksi terhadap Republik Islam.

Iran telah meminta negara-negara Eropa untuk membendung sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Republik Islam. Jika Eropa tidak mampu melakukan hal itu, Iran mengancam terus mengurangi beberapa komitmennya di bawah kesepakatan JCPOA.

Baca: AS Tolak Visa Beberapa Pejabat Iran Pendamping Rouhani dan Zarif ke PBB

Presiden Iran, dijadwalkan akan berangkat ke New York pada Senin (23/9) untuk menghadiri Sidang Umum PBB dan bertemu dengan Presiden Macron. Meski begitu, Rouhani mengaku tidak akan bertemu dengan Presiden Trump selama sanksi terhadap Iran belum dicabut. (fd/Presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*