gerindra-prabowo-subiantoJakarta, LiputanIslam — Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto melihat telah muncul fenomena pemimpin boleh berbohong, asal dilakukan secara santun. Prabowo pun bersajak soal pemimpin pembohong di kampanye Gerindra.

Prabowo mengaku kalau dia malah dikritik pengamat politik ketika mengingatkan betapa bahayanya kalau seorang pemimpin sudah berbohong. Karena sudah dikritik pengamat tidak boleh lagi menjelekkan lawan politik, ia akhirnya menemukan jawaban untuk mengingatkan rakyat.

Caranya adalah dengan membuat pantun khusus agar jangan sampai terjerumus dipimpin seorang yang terbukti pembohong.

“Jadi saya merasa aneh dan akhirnya saya bikin sajak. Sajak saya ini, menjawab orang itu. Ada budaya politik baru, budaya politik oleh bohong. Tanya Pak Kiai, berbohong itu baik atau tidak?” kata Prabowo.

Berikut pantun karya Prabowo:
Asal Santun

Boleh bohong, asal santun
Boleh nipu, asal santun
Boleh curi, asal santun
Boleh korupsi, asal santun
Boleh ingkar janji, asal santun
Boleh jual negeri, asal santun
Boleh menyerahkan kedaulatan bangsa, asal santun

“Ini budaya yang baik atau tidak baik? Saudara mau punya pemimpin seperti itu?” ujar Prabowo. “Saya ingatkan, jangan mau dipimpin Presiden boneka.

Sajak tersebut secara jelas dapat ditafsirkan sebagai sindiran terhadap pimpinan PDIP-Megawati Soekarno Putri dan capres yang didukungnya, Jokowi.  Sebagaimana diketahui, sejak Megawati menetapkan Jokowi sebagai capres PDIP, Prabowo langsung menggugat Megawati dengan “Perjanjian Batutulis” yang diklaim Prabowo berisi kesepakatan antara Megawati dan Prabowo untuk menjadikan Prabowo sebagai capres mendatang. Di sisi lain, Jokowi juga kerap kali mengatakan perlunya “kampanye santun”.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL