pppJakarta, LiputanIslam.com — Solidaritas Koalisi Merah Putih (KMP) berada di ambang kehancuran setelah adanya manuver yang intensif dari partai-partai di dalam tubuh KMP, berkeinginan menyeberang mendukung pemerintah.

Setelah sebelumnya Partai Golkar kubu Agung Laksono menegaskan posisinya keluar dari KMP dan menjadi mitra strategis pemerintah, kini giliran Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz mengungkapkan hal serupa. Keinginannya untuk meninggalkan KMP disampaikan dalam Musyawarah Kerja Nasional yang diselenggarakan di Jakarta.

“Kemungkinan untuk bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah selalu terbuka,” ujar Djan, mantan Menteri Perumahan Rakyat ini.

Senada dengan Djan, Sekjen PPP Achmad Dimiyati Natakusumah juga mengungkapkan kekecewaannya selama bergabung dengan Koalisi Merah Putih. Ia menilai, keberadaan PPP di KMP tidak menghasilkan manfaat apapun.

“Kami dijanjikan posisi strategis, tetapi PPP  tidak mendapatkan apa-apa. Jadi, apa gunanya kita tetap bertahan di KMP?” tanya dia, seperti dilansir thejakartapost.com, 12 Desember 2014.

Dimyati menceritakan, PPP berada di KMP karena ada hasil keputusan Mukernas dan Rapimnas. Harapannya, KMP mengakomodir posisi strategis untuk PPP.

“Ini sama saja dengan ditinggalkannya PPP (oleh KMP). PPP tidak mendapatkan posisi di pimpinan DPR, MPR, kita hanya mendukung saja. Di posisi alat kelengkapan pun ini tidak dapat. Lantas apa gunanya kami ada di KMP?” imbuh Dimyati.

Dimyati dalam kasus ini melihat posisi Partai Demokrat banyak sekali diuntungkan, padahal partai berlogo mercy itu tidak berada di KMP, ataupun di Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Di posisinya yang berada di tengah-tengah, Demokrat mendapatkan posisi Pimpinan DPR, MPR dan di Alat Kelengkapan. Kondisi ini dinilai sangat tidak menguntungkan bagi PPP. 

“Demokrat saja bisa berada di tengah, kok kami harus berada di KMP yang tidak dapat apa apa,” ujar Dimyati.

Jadi, melalui Mukernas I ini, nantinya PPP akan melakukan kajian secara mendalam untuk menentukan posisi politiknya nanti. Apakah nantinya akan beralih haluan dari Koalisi Indonesia Hebat atau berada di tengah seperti Demokrat, akan ditentukan pada musyawarah yang digelar dari tanggal 10 Desember – 12 Desember 2014 ini. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL