Jakarta, LiputanIslam.com-Pengurus Pusat Muhammadiyah menyebutkan ada upaya untuk menghancurkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan cara meloloskan orang bermasalah.

“Ada upaya nyata menempatkan orang bermasalah untuk memimpin KPK. Bahkan, kami melihat hal tersebut seakan menghadirkan kembali memori berbagai upaya pelemahan yang telah hadir sehingga dapat disebut sebagai cicak versus buaya,” kata Ketua Forum Dekan Fakultas Hukum PTM/STH Muhammadiyah, Trisno Rahardjo saat membacakan pernyataan sikap PP Muhammadiyah tentang calon pimpinan KPK, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/8).

PP Muhammadiyah melihat nama 20 Capim KPK yang diloloskan Pansel terdapat sejumlah nama yang dinilai bermasalah.

Nama-nama tersebut mempunyai catatan menghambat proses penegakan hukum oleh KPK. Kemudian para capim yang juga tidak patuh Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sampai dengan diduga melakukan berbagai pelanggaran etik ketika bertugas di KPK. Oleh karena itu, PP Muhammadiyah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk bersikap tegas dan meminta untuk bertemu dengan Jokowi secara langsung sebelum Jokowi mengirimkan 10 nama capim kepada DPR.

Baca juga: Hari Ini Pansel Uji 6 Capim KPK

Dalam forum yang sama, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pun meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak meloloskan calon pimpinan KPK yang bermasalah.

Sebagai mantan pimpinan sangat berharap ada respons serius dari Presiden untuk tidak meloloskan nama-nama yang kami anggap bisa melumpuhkan, merontokkan lembaga yang kami cintai ini, KPK,” ujar Samad di Kantor PP Muhammadiyah.

Ia juga menyoroti kinerja Pansel Capim KPK yang dinilai kurang transparan dan tidak menjabarkan secara jelas tentang penilaian capim KPK yang lolos. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*