baliho sbyJakarta, LiputanIslam.com — Popularisme dianggap tidak terlalu penting sebagai syarat menjadi presiden Indonesia mendatang, malainkan sosok yang mampu menjaga keutuhan dan kesatuan.

Demikian hal yang mengemuka dalam acara diskusi Bedah Presiden yang digelar Lumbung Informasi (Lira) di Jakarta, Rabu (2/4).

“Indonesia tak butuh capres dengan modal visi dan misi belaka, apalagi terdongkrak karena popularitas,” ungkap Presiden LIRA Yusuf Rijal dalam diskusi tersebut.

“Mereka (masyarakat) milih capres itu yang populer, sayang sekali kalau sampai salah pilih,” tambahnya.

Menurutnya, sebagian capres-capres tersebut sibuk membangun kepopuleran, membicarakan visi dan misi namun tidak menunjukkan kemampuannya dalam menjaga keutuhan negeri.

Dia menjelaskan, Indonesia butuh sosok yang mampu menjaga keutuhan dan kesatuan negara Republik Indonesia, begitu juga dengan keamanan dan kenyamanan negara. Meski tidak ada persyaratan sebagai capres harus berlatar belakang militer, namun menurut Rijal, jebolan militer memiliki jiwa kepemimpinan dan ketegasan dalam mengambil keputusan.

“Kesempatannya untuk orang militer cukup besar,” ujarnya.

Dalam perang politik tahun ini terdapat dua jebolan militer yang menurutnya memiliki kemampuan untuk menjadi RI 1. “Tahun ini ada dua mantan militer yang bertarung dan masing-masing berkompeten untuk menjadi presiden,” ujar dia.

Sementara itu Ridwan Saidi, mantan ketua HMI dan juga pengamat sosial dan politik yang juga menjadi pembicara dalam acara itu menyinggung tentang fenomena Jokowi yang memiliki tingkat popularitas tinggi di kalangan masyarakat.

Menurut Ridwan, Jokowi mendapat keuntungan besar karena kepopulerannya di media. Dahulu, dia menjelaskan, saat pemilihan gubernur DKI Jakarta, pendukung Fauzi Bowo banyak yang beralih mendukung Jokowi, namun sekarang mereka menyesal karena orang yang didukung tersebut justru mangkir dari tanggung jawabnya mengurus Jakarta.

“Saran saya sih, Jokowi selesaikan dulu tugasnya sebagai Gubernur Jakarta, bagaimana kita memilih orang yang mangkir dari tugas untuk jadi presiden?” kata dia.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL