Washington, LiputanIslam.com—Sebuah rekaman suara yang bocor mengungkapkan sebuah pengakuan dari Menlu AS, Mike Pompeo, bahwa Amerika berupaya menyatukan oposisi Venezuela untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Rekaman tersebut diambil di dalam pertemuan Pompeo dengan para pemimpin Yahudi pada minggu lalu.

Menurut laporan dari Washington Post, berdasarkan rekaman tersebut, para pemimpin oposisi Venezuela berbondong-bondong meraih kursi kepresidenan begitu Presiden Nicolas Maduro digulingkan dengan bantuan AS. Washington pun selama ini berupaya membuat mereka bekerjasama untuk mencapai itu.

Upaya untuk mempersatukan kekuatan oposisi itu tidak dilakukan selama beberapa bulan terakhir saja. Pompeo menyebut, upaya ini telah berlangsung sejak ia menjadi direktur CIA, tepat setelah Donald Trump disumpah sebagai presiden.

“Sejak saya menjadi direktur CIA, [upaya] itu adalah hal utama yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump,” katanya.

Namun, tugas itu “terbukti sangat sulit”, karena semua orang di kubu oposisi mengincar kepentingan mereka sendiri dan memperebutkan kursi kekuasaan.

“Pada saat nanti Maduro turun, semua orang akan mengangkat tangan dan [berkata], ‘Jadikan saya sebagai presiden Venezuela berikutnya.’ Ada sekitar 40 orang yang percaya bahwa mereka adalah pewaris sah takhta Maduro,” tutur Pompeo di dalam rekaman itu.

Selain itu, dalam upaya menyatukan kekuatan antek-antek Washington, Pompeo mengaku berusaha meminta bantuan dari organisasi keagamaan.

“Kami berusaha mendukung berbagai institusi keagamaan untuk membuat oposisi bersatu,” sebutnya.

Dia menyatakan, Maduro berada di bawah pengaruh asing, terutama Kuba. Itulah gagasan yang sering diulang-ulang oleh Washington yang menyebabkan hujan sanksi terhadap Havana. Selain itu, ia mengeluhkan bahwa rakyat Venezuela lebih suka memperhatikan diri mereka sendiri daripada bekerjasama dengan Washington. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*