Moskow, LiputanIslam.com–Survey dari pusat penelitian VTSIOM (Russian Public Opinion Research Center) menemukan bahwa tiga puluh persen warga Rusia melihat kemungkinan berperang antara Rusia dan AS.

Survey yang dilakukan pada tanggal 11-12 April itu memperlihatkan bahwa diantara responden yang menjawab ‘Ya’ atas pertanyaan tentang kemungkinan berperang, 16% dari mereka menilai peperangan antara dua kekuatan negara itu sangat mungkin terjadi,sedangkan 14% lainnya menilai bahwa peperangan sudah berlangsung.

Sementara, lebih dari setengah jumlah responden mengatakan perang tidak akan terjadi.

Sikap Rusia terhadap pemeintah AS telah berubah sejak militer AS meluncurkan rudal Tomahawk ke pangkalan udara Suriah pada 7 April lalu. Berdasarkan polling, jumlah warga yang tidak menerima Trump naik sampai 39%, dibandingkan jumlah 7% pada bulan Maret lalu. 38% lainnya mengaku tidak peduli, sedangkan yang berpikir positif turun sampai 13%.

Lebih dari setengah (55 persen) responden juga mengaku tidak melihat perubahan dalam hubungan AS-Rusia sejak Trump menjabat sebagai presiden. Hanya 5% yang melihat situasi membaik, sedangkan 17% lainnya menilai hubungan antar kedua negara menjadi memburuk.

Meski sebulan lalu kebanyakan orang Rusia menginginkan harapan agar hubungan Moscow dan Washington membaik di 2-3 tahun ke depan, jumlah respon optimis telah turun dari 58 ke 34 persen. 15% responden merasa pesimis dan 38% percaya tidak akan ada yang berubah.

“Serangan rudal AS ke Suriah telah direspon buruk oleh kebanyakan orang Rusia,” kata direktur VTSIOM, Valery Fedorov. “Meski harapan warga untuk perbaikan hubungan bilateral tidak hilang sama sekali, mereka merasa pesimis terhadap Trump.” (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL