jen marie le penParis, LiputanIslam.com — Politisi ultra-nasionalis senior Perancis dan pendiri Partai Front Nasional, Jean-Marie Le Pen, mengaku malu dengan putrinya sendiri, Marine, yang kini memimpin Front Nasional dan masih menyandang namanya.

Di tengah-tengah perseteruan keduanya yang menjadi perhatian publik Perancis, Le Pen menyatakan harapannya bahwa Marine segera menikah dan menanggalkan nama keluarganya. Ia juga mengatakan tidak akan mendukung putrinya dalam pemilihan presiden tahun 2017.

Pernyataan Le Pen itu diungkapkan setelah Marine mencabut keanggotaan Le Pen (86 tahun) dari Front Nasional, setelah Le Pen berulangkali meremehkan ‘holocaust’, atau penindasan terhadap orang-orang yahudi dalam Perang Dunia II, sebagai ‘remah-remah sejarah’.

Marine Le Pen (46 tahun) tampak berusaha menjauhkan Front Nasional dari anggapan lama sebagai partai yang rasis dan anti-yahudi. BBC News dalam laporannya hari Selasa (5/5) menyebut langkah Marine itu sebagai ‘memotong sejarah’.

Berbicara kepada radio Europe 1, Le Pen mengatakan: “Saya berharap bahwa pemimpin Front Nasional akan segera menikah agar namanya berubah. Karena saya malu ia masih menggunakan nama saya.”

Le Pen juga mengatakan dirinya tidak akan mendukung putrinya sebagai kandidat presiden Perancis dalam pemilu tahun 2017

“Saat ini saya tidak mendukung,” katanya tentang pencalonan Marine.

Bulan lalu Marine menuduh ayahnya telah melakukan bunuh diri politik dengan sikapnya yang terus mengejek ‘holocaust’, sementara Le Pen menuduh putrinya itu menginginkan dirinya mati dan tidak menghargai jasa-jasanya.

“Marine Le Pen mungkin menginginkan saya mati, itu sangat mungkin, namun yang pasti ia tidak menghargai kerjasama saya,” kata Le Pen tanggal 9 April lalu.

Le Pen telah dicabut keanggotaannya dari Front Nasional, namun ia tidak dipecat. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai ‘kejahatan besar’.

Kongress luar biasa partai diharapkan akan digelar dalam tiga bulan untuk membahas masalah ini. Sementara saat ini Le Pen masih menjadi Presiden Kehormatan Front Nasional yang dipegang sejak mundur sebagai presiden partai itu tahun 2011. Selain itu Le Pen masih menjadi anggota Parlemen Eropa dan kanselir (kepala pemerintahan daerah) di Perancis Selatan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL