le penParis, LiputanIslam.com — Publik Perancis, terutama mereka yang anti terhadap partai nasionalis Front National, kini mendapat “hiburan” menarik setelah pendiri partai tersebut terlibat perselisihan dengan putrinya sendiri yang kini mengetuai Front National.

Pendiri Front National dan politisi senior Perancis Jean-Marie Le Pen kini tengah terlibat perselisihan dengan putrinya yang menjadi ketua Front National, Marine Le Pen, setelah ia membuat pernyataan yang disorot publik sebagai “anti-semit”. Marine menyebut pernyataan tersebut sebagai “kesalahanpolitik”, dan itu sudah cukup menyakitkan bagi Le Pen.

Perselisihan bapak dengan anak itu terjadi setelah Le Pen dalam sebuah rekaman video yang beredar ke publik, hari Senin (9/6), mengancam akan “mambakar ke dalam oven” para pengkritiknya, termasuk seorang penyanyi yahudi.

Partai Front National kini menduduki tingkat pertama paling poluler di antara kampus-kampus poluler di negaa-negara Uni Eropa.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa Marine tengah berusaha membuang reputasi buruk partainya sebagai partai rasis.

Situs resmi Front National telah mencabut video yang dibuat oleh Le Pen, yang membuat marah publik Perancis yang dianggap anti-semit. Para aktifis pun menggelar aksi demonstrasi di depan markas FN di Nanterre, Senin (9/6).

Pernyataan kontroversial Le Pen tersebut adalah tentang penyanyi Perancis berdarah yahudi, Patrick Bruel.

Le Pen yang saat ini menjabat sebagai presiden kehormatan FN, telah berkali-kali terlibat dalam kasus pernyataan rasial. Pada tahun 1996 ia didenda 1,2 juta francs setelah menyebut kamar gas Nazi dalam sejarah Perancis sebagai “hanya sekeping sejarah Perang Dunia II”.

Ia juga pernah dicabut hak kekebalannya sebagai anggota parlemen Eropa dan dijatuhi hukuman denda oleh pengadilan Jerman, setelah membuat pernyataan yang melecehkan sejarah tentang “Holocaust”, atau pembantaian yahudi oleh Nazi Jerman.

Para pengecam Le Pen menuduh pernyataannya tersebut merujuk pada “oven” krematorium yang digunakan Nazi Jerman untuk menyiksa orang-orang yahudi.

Setelah menerima kecaman dari putrinya sendiri, Le Pen menyebutkan bahwa dirinya telah “ditikam dari belakang”. Namun ia bertekad untuk tidak mengubah kebiasaannya membuat pernyataan yang kontroversial.

“Saya tidak ingin untuk mengubah kebiasaan saya,” kata Le Pen. Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa Bruel adalah orang yahudi.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL