russian-monster-high-ban.siMoskow, LiputanIslam.com — Seorang politisi nasionalis Rusia menyerukan pemerintah untuk melarang “semua boneka buatan asing yang bisa mempengaruhi kesehatan mental anak-anak” dan secara khusus menunjuk pada boneka-boneka Monster High yang dibuat oleh produsen mainan AS, Mattel.

Seperti dilaporkan Russia Today, Selasa (11/11), anggota parlemen Konstantin Subbotin yang duduk di komisi anak-anak wanita dan keluarga mengatakan kepada media Rusia Izvestia dirinya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat tentang boneka  Monster High. Keluhan utama tentang boneka itu adalah pengaruhnya untuk membuat anak-anak cenderung melakukan bunuh diri. Sebagian besar anak-anak mendapatkan boneka itu sebagai hadiah dari teman-temannya tanpa sepengetahuan orang tua, katanya.

“Saya rasa kita harus melakukan kajian dari lembaga-lembaga yang berkompeten, menjelaskan situasinya dan mengeluarkan peringatan yang bisa menyelamatkan anak-anak dari mainan-mainan semacam itu,” katanya.

Ia juga menambahkan, boneka-boneka itu juga mendorong anak-anak untuk memasuki dunia super-natural yang tidak bisa dikendalikannya.

Subbotin menyarankan adanya lembaga yang bertugas mengontrol produksi dan impor mainan anak-anak untuk mencegah kerusakan mental pada anak-anak. Seruan ini menyusul pengumuman kementrian pendidikan bulan Juli lalu tentang pembentukan komisi khusus yang akan melakukan penelitian tentang dampak psikologis yang ditimbulkan oleh mainan-mainan anak.

LSM National Parental Association mendukung langkah Subbotin itu. Yelena Tretyakova, pemimpin organisasi ini menyebutkan bahwa “pendapat publik” telah menyimpulkan bahwa mayoritas orang tua di Rusia menentang boneka-boneka bertema horror dan bentuk-bentuk mainan lainnya yang mempromosikan budaya barat. Sebaliknya mereka menginginkan mainan yang bertema budaya lokal.

Pada tahun 2005 seorang wanita di Moscow menuntut perusahaan susu Perancis Danone yang mempromosikan produknya dengan menggunakan tema “tengkorak”. Ia menuduh gambar-gambar dan bokena tengkorak itu telah membuat anaknya ketakutan dan trauma. Tidak lama setelah tuntutan itu, Danone pun menghentikan kampanye “tengkorak”-nya di Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL