rohingyaBangkok, LiputanIslam.com — Polisi Thailad, hari Sabtu (18/10) dikabarkan telah membebaskan puluhan orang warga Bangladesh yang akan diperdagangkan sebagai budak setelah diculik dan dikapalkan ke Thailand.

Mereka dibebaskan di kawasan hutan dekat perbatasan Malaysia. Namun BBC News yang melaporkan peristiwa ini tidak menyebutkan lebih rinci lagi tentang peristiwa ini.

Polisi menyebutkan orang-orang Bangladesh itu awalnya ditawari dengan gaji menarik sebelum akhirnya dicekoki obat-obatan yang memabukkan dan diculik.

Pemerintah Thailand telah menyatakan tekad untuk memerangi masalah perdagangan manusia di wilayahnya, terutama yang banyak menjadikan warga negara miskin dari negara tetangga seperti Myanmar dan Bengladesh sebagai korbannya. Namun tekad itu dianggap tidak sesuai dengan realisasinya.

Sebelumnya pada hari Sabtu (11/10) polisi Thailand menemukan 53 orang pekerja Muslim Rohingya asal Bangladesh dan Myanmar di kawasan hutan karet di dekat perbatasan Malaysia.

Sedangkan di tempat lain di sebuah pulau terpencil barat-daya Thailand, polisi juga menemukan 79 pekerja.

Polisi juga menangkap 2 orang yang diduga menjadi anggota kelompok perdagangan manusia yang terancam hukuman penjara selama 10 tahun. Namun pemimpin kelompok itu berhasil melarikan diri dan kini buron.

Ratusan ribu warga Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke Banglasesh dianggap sebagai korban potensial perdangan manusia karena status mereka yang tidak memiliki negara (stateless).

Bulan Juni lalu Kemenlu AS merilis laporan tentang praktik-praktik perdagangan manusia secara global dan menempatkan Thailand pada posisi terbawah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL